Rompi Oranye Pegawai Indisipliner di Bekasi, Pengamat: Berlebihan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Pemkot Bekasi Memakai Rompi Indisipliner. Tempo/adi warsono

    Pegawai Pemkot Bekasi Memakai Rompi Indisipliner. Tempo/adi warsono

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi menjatuhkan sanksi kepada pegawainya yang indisipliner dengan cara mengenakan rompi oranye dan rompi kuning stabilo saat apel pagi. Sanksi pemakaian rompi oranye untuk pelanggar disiplin berat dan kuning stabilo untuk pelanggar ringan.

    Baca juga: Pimpinan Gerindra di Luar Kota, Pembahasan Cawagub DKI Batal Lagi

    Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam '45 Bekasi, Adi Susila, menilai kebijakan tersebut berlebihan. "Kan sudah ada aturan sanksi di aturan kepegawaian. Menurut saya, tinggal menegakkan aturan yang ada saja," kata Adi kepada Tempo, Senin, 14 Januari 2019.

    Aturan disiplin pegawai diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Hukuman yang tercantum dalam regulasi tersebut tergantung jenis pelanggarannya, mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang, dan berat.

    Adapun sanksi berupa pemakaian rompi berwarna oranye untuk pelanggar disiplin berat dan rompi kuning stabilo untuk pelanggar disiplin ringan hanya berlaku pada saat apel pagi setiap Senin.

    Usai apel, pelanggar mencopot rompi, dan mengembalikannya kepada petugas di lapangan. Hal itu tampak pada hari pertama kebijakan tersebut di Plasa Pemkot Bekasi.

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membantah bahwa kebijakan yang akan dituangkan dalam bentuk peraturan wali kota (perwal) merupakan pencitraan. "Ini bukan pencitraan, ada prosesnya, ASN (Aparatur Sipil Negara) dituntut kerja berprestrasi, korelasi buat kepuasan masyarakat," kata Rahmat.

    Menurut Rahmat, sebagai kepala daerah mempunyai tanggung jawab atas kinerja anak buahnya. Karena itu, Rahmat menginginkan pegawai di lingkungan pemerintah meningkatkan disiplin kerjanya, serta menjadi pegawai yang berkarakter. "Itu adalah tanggung jawab jabatan," ujar Rahmat.

    Baca juga: Pengakuan Pedangdut Caca Duo Molek Kenapa Mengkonsumsi Sabu

    Pada awal kebijakan diberlakukan, Rahmat menyiapkan sebanyak 200 rompi. Tapi, pelanggarnya bisa mencapai 500 orang, dari berbagai jenis pelanggaran disiplin. Rompi oranye bertuliskan "Melanggar Disiplin Berat" dan warna kuning stabilo bertuliskan "Saya Belum Disiplin".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.