Eks Relawan Teman Ahok Bantah Produksi Tabloid Pembawa Pesan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Puadi  menujukan Tabloid bernama 'Pembawa Pesan' yang diketahui tersebar di Jakarta Selatan di Bawaslu DKI, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019. Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu DKI Jakarta menemukan sejumlah paket dan tabloid Pembawa Pesan yang beredar di Jakarta Selatan, tapi belum bisa memastikan apakah tabloid itu melanggar aturan kampanye atau tidak.. TEMPO/Subekti.

    Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Puadi menujukan Tabloid bernama 'Pembawa Pesan' yang diketahui tersebar di Jakarta Selatan di Bawaslu DKI, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019. Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu DKI Jakarta menemukan sejumlah paket dan tabloid Pembawa Pesan yang beredar di Jakarta Selatan, tapi belum bisa memastikan apakah tabloid itu melanggar aturan kampanye atau tidak.. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Jakarta Selatan tengah menelisik peredaran Tabloid Pembawa Pesan yang diduga bermuatan kampanye. Tabloid ini pertama kali muncul dan beredar di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Ahad, 27 Januari 2019.

    Baca: Tabloid Pembawa Pesan Bersampul Jokowi, Ini Temuan Bawaslu

    Pada surat kabar tersebut tercantum alamat kantor redaksi yang beralamat di Lot 2-3 Gedung Promenade, Jakarta Selatan. Lot tersebut merupakan markas Sejuta Teman --sempalan Teman Ahok-- yang kini memfokuskan dukungan untuk calon presiden inkumben Joko Widodo.

    Koordinator Sejuta Teman, Muhammad Fathony, menegaskan tidak mengetahui peredaran tabloid tersebut. Ia dan kawan-kawannya tidak pernah memproduksi surat kabar cetak, termasuk tabloid Pembawa Pesan. "Kami berfokus di digital. Kami juga tidak ada program kampanye," ujar Fathony saat dihubungi pada Sabtu, 2 Februari 2019.

    Fathony menambahkan, anggota Sejuta Teman lebih sering berkomunikasi secara virtual. Karena itu mereka jarang datang ke sekretariat Sejuta Teman di Gedung Promenade. Sehingga kantor itu lebih sering kosong. 

    Petugas keamanan sekretariat Sejuta Teman, Iman, mengatakan sepekan terakhir kantor yang dia jaga itu seperti berhenti beroperasi karena nyaris tidak ada yang datang. "Biasanya hari kerja ada aktivitas," ucapnya.

    Baca: Bawaslu Jaksel Lacak Penyebar Tabloid Pembawa Pesan, Ini Isinya

    Imam menggelengkan kepala saat ditanya tentang tabloid Pembawa Pesan. Bahkan dia tidak pernah melihat tabloid itu. "Enggak lihat," ucapnya, singkat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.