Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Papua Minta Pemeriksaan Ditunda

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan aksi solidaritas lawan teror, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019. Aksi Solidaritas dengan bergandengan tangan membentuk rantai manusia mengelilingi Gedung KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Ratusan pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan aksi solidaritas lawan teror, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019. Aksi Solidaritas dengan bergandengan tangan membentuk rantai manusia mengelilingi Gedung KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua Hery Dosinaen mengajukan penundaan pemeriksaan kepada penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan penganiayaan pegawai KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, beberapa pekan lalu.

    Pengacara Pemprov Papua Roy Rening mengatakan Hery tengah mendampingi Gubernur Papua Lukas Enembe. "Tidak bisa datang untuk besok. Kami mengusulkan agar ditunda," tutur Roy di Polda Metro Jaya, Rabu, 13 Februari 2019.

    Baca : Penganiayaan Pegawai KPK, Alasan Polisi Periksa Dokter di RS

    Selain itu, kata Roy, pihaknya hari ini juga menyerahkan surat permohonan agar penyidikan kasus dilakukan di Polda Papua. Alasannya, 20 saksi yang hendak diperiksa sebagian besar merupakan pejabat pemprov setempat.

    "Dalam rangka efektivutas dan efisiensi pemerintah yang berjalan di Pemprov Papua," ujar dia. "Mereka (pejabat pemprov) tak mungkin ke sini kalau Pak Gubernur ada di Jaya Pura."

    Polisi sejatinya akan memeriksa Sekda Papua Hery Dosinaen besok, Kamis, 14 Februari 2019. Sebelumnya, pemeriksaan terhadap Sekretaris Pribadi Lukas Enembe, Elpius, harusnya berlangsung Senin, 11 Februari lalu. Namun ia tak bisa hadir lantaran sedang mendampingi Lukas.

    Dalam kasus ini, dua penyidik KPK diduga diserang pada Sabtu malam, 2 Februari 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat itu, para pegawai KPK sedang ditugaskan untuk melakukan pengecekan lapangan merespons laporan masyarakat tentang adanya indikasi korupsi.

    Per Kamis, 7 Februari 2019, polisi telah memeriksa sepuluh orang saksi dalam kasus penganiayaan tersebut. Polisi juga sudah menyita dan memeriksa kamera pengintai alias CCTV di lokasi.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi juga sudah menemukan sosok yang diduga sebagai pelaku penganiayaan setelah meningkatkan status kasus itu menjadi penyidikan.

    Simak pula :
    Penganiayaan Pegawai KPK, Polisi Akan Memeriksa Sekda Papua

    Namun Argo enggan menjelaskan identitas terduga pelaku penganiayaan pegawai KPK. Dia hanya menyebut kalau orang itu merupakan salah satu staf Pemerintah Provinsi Papua.

    Penentuan sosok terduga pelaku penganiayaan pegawai KPK, kata Argo, dilakukan setelah penyidik mendapatkan hasil visum pegawai KPK itu, Muhamad Gilang Wicaksono, serta pemeriksaan beberapa saksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.