Yakin Bakal Dibebaskan, Ahmad Dhani Ajukan Kasasi Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan ketiga di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, 14 Februari 2019. Sidang lanjutan itu  beragendakan tanggapan jaksa penuntut umum terhadap nota keberatan dari pihak terdakwa. ANTARA/Didik Suhartono

    Terdakwa Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan ketiga di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, 14 Februari 2019. Sidang lanjutan itu beragendakan tanggapan jaksa penuntut umum terhadap nota keberatan dari pihak terdakwa. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penasehat hukum terdakwa ujaran kebencian Ahmad Dhani bakal melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung pekan ini berkaitan dengan putusan banding dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

    "Mungkin satu sampai dua hari atau paling lambat Senin kami akan menyatakan kasasi," kata pengacara Ahmad Dhani, Ali Lubis, melalui pesan singkat, Rabu, 20 Maret 2019.

    Baca: Banding Ahmad Dhani Dikabulkan, Jaksa Belum Terima Hasil Putusan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumnya mengabulkan banding terdakwa kasus ujaran kebencian itu. Dalam putusan yang dipublikasikan Rabu, 13 Maret 2019, Pengadilan Tinggi mengurangi vonis Ahmad Dhani dari 18 bulan menjadi 12 bulan.

    Ali yakin Mahkamah Agung bakal mempertimbangkan kasus ini dengan lebih bijaksana dan akan membebeskan kliennya. "Kami mengajukan kasasi terkait putusan banding ini, karena yakin Ahmad Dhani dari awal memang tidak terbukti bersalah," kata dia.

    Putusan banding yang mengurangi hukuman Ahmad Dhani, kata Ali, memperlihatkan bahwa majelis hakim tidak begitu yakin bahwa Ahmad Dhani bersalah. "Sebab banding justru mengurangi jumlah vonis yang diberikan di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," ujarnya.

    Baca: Pengadilan Tinggi DKI Kurangi Vonis Ahmad Dhani Jadi 1 Tahun Bui

    Selain itu, kata Ali, pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke MA setelah mengajukan kasasi. Saat ini, status penahanan kliennya masih di PT DKI sampai pihaknya menyatakan kasasi. "Statusnya masih jadi tahanan PT DKI," ujarnya.

    Dalam putusan banding, Pengadilan Tinggi DKI menyebut Ahmad Dhani tetap dinyatakan bersalah atas tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang dituju atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama ras dan antar golongan atau SARA.

    Ahmad Dhani dianggap melanggar pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 tentang Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kasus itu berkaitan dengan cuitannya di Twitter yang menyinggung suku dan ras tertentu. Atas putusan itu, Dhani melalui kuasa hukumnya mengajukan banding.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.