Menjelang Pemilu 2019, Persiapan KPU DKI Kurang 20 Persen

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta menyelesaikan mural bertema pemilu tahun 2019 di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019. Kompetisi mural yang diselenggarakan KPU Provinsi DKI Jakarta tersebut untuk mensosialisasikan serta mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Peserta menyelesaikan mural bertema pemilu tahun 2019 di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019. Kompetisi mural yang diselenggarakan KPU Provinsi DKI Jakarta tersebut untuk mensosialisasikan serta mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum atau KPU DKI Jakarta menyatakan persiapan menggelar Pemilihan Umum 2019 pada 17 April mendatang telah 80 persen. Kekurangannya, hanya meliputi logistik tambahan yang memang diperlukan.

    Baca berita sebelumnya:
    Pemilu Kurang 10 Hari, KPU DKI Coret 5 Caleg DPRD

    "Hampir semuanya sudah siap," ujar Komisioner Pemilihan Umum DKI, Nurdin, Kamis 4 April 2019.

    Menurut Nurdin, KPU DKI masih membutuhkan surat suara tambahan. Alasannya, saat penyortiran, timnya mendapati beberapa surat suara yang rusak. Selain itu, mereka juga meminta kotak suara tambahan lantaran dianggap masih kurang. "Ada juga kekurangan formulir. Intinya, soal logistik saja sih," kata dia.

    Nurdin tak dapat menyebutkan detil kekurangan yang mereka butuhkan. Tempo juga sudah menghubungi Kepala Divisi Logistik KPU DKI Jakarta, Sunardi, namun jawabannya sama. Menurutnya, detil tentang logistik ada di masing-masing kota.

    "Secara umum logistik sudah dikirim ke kota masing-masing dan juga sudah sampai di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)," ujar Sunardi.

    Baca:
    Caleg DPRD Dicoret KPU DKI Karena Cara Kampanye, Siapa Saja Mereka?

    Terkait persiapan aspek lain, KPU DKI Jakarta memperkuat koneksi internet dalam jaringannya hingga 100 megabite per detik (mbps). Penguatan untuk mempercepat proses penghitungan suara Pemilu 2019.

    Warga binaan penderita sakit jiwa mengikuti sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu Serentak Tahun 2019 oleh KPUD DKI Jakarta di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 di Jakarta, Senin 18 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    Sebelumnya KPU DKI Jakarta sudah melakukan uji coba pertama dengan kekuatan jaringan internet nirkabel hingga 50 mbps pada Jumat 22 Maret lalu. Namun, uji coba itu belum berjalan maksimal karena jaringan internet yang masih belum optimal.

    Nurdin menerangkan, jaringan internet yang kuat dibutuhkan dalam proses pemindaian dan pengunggahan data suara. Baik itu saat penghitungan suara cepat maupun rekapitulasi manual dengan tiga sistem aplikasi: pemantauan atau situng web, pemasukan data atau situng desktop, dan sistem yang tersambung langsung dengan telepon seluler di KPU DKI.

    Baca:
    KPU DKI Uji Internet 100 Mbps Untuk Hitung Cepat Pemilu 2019

    Nurdin menambahkan jaringan internet itu akan dipusatkan di KPU DKI Jakarta. Dia menjelaskan perbedaannya dari yang dijalankan saat pemilihan gubernur lalu yang dilakukan terpisah di masing-masing kecamatan, kota dan provinsi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.