Narkoba Jerat Artis, Polo: Saya Berhenti Demi Masa Depan Anak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polo ditangkap polisi karena memiliki sabu-sabu seberat 0,5 gram pada 2000 dan dijatuhi hukuman penjara tujuh bulan. Namun, pemilik nama Christian Barata Nugroho kembali ditangkap kepolisian terkait kasus narkoba, Juni 2004 lalu. Ia ditangkap di bilangan Jakarta Timur.dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara. Dok. TEMPO/Hendra Suhara

    Polo ditangkap polisi karena memiliki sabu-sabu seberat 0,5 gram pada 2000 dan dijatuhi hukuman penjara tujuh bulan. Namun, pemilik nama Christian Barata Nugroho kembali ditangkap kepolisian terkait kasus narkoba, Juni 2004 lalu. Ia ditangkap di bilangan Jakarta Timur.dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara. Dok. TEMPO/Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari puluhan artis terjerat narkoba, ada yang tertangkap lebih dari satu kali. Salah satunya pelawak Polo yang mengaku sebagai pemadat sabu. Komedian yang punya nama asli Christian Barata Nugraha ini diciduk polisi pada 2000 dan 2004.

    Baca:
    Narkoba di Kalangan Artis, BNN: Seperti Fenomena Gunung Es

    Polo dua kali berurusan dengan polisi terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada tahun yang berbeda, yakni 2000 dan 2004. Pertama ia ditangkap petugas kepolisian karena kedapatan memiliki sabu seberat 0,5 gram. Dalam proses persidangan, dagelan yang kondang berkat tergabung dalam grup Srimulat ini dinyatakan bersalah. Ia diganjar hukuman 7 bulan penjara.

    Meski di dalam penjara, kecanduan Polo terhadap narkoba makin menjadi-jadi. Ia masih berupaya mendapatkan barang haram itu dengan berbagai cara. Selama di bui, Polo berterus terang, terus mengkonsumsi narkoba.

    “Dulu untuk mendapatkan barang tidak semudah sekarang. Saat ini pengedar ada di mana-mana. Di dalam lapas, barang (narkoba) tersedia dan selalu ada. Jadinya saya ikut makai,” kata Polo saat dihubungi Rabu, 10 April 2019.

    Baca:
    Pelawak Polo Digugat Cerai Istrinya

    Kegemarannya madat itu tampaknya makin menjauhkan Polo dari usaha penyembuhan. Empat tahun kemudian, pada 2004, ia ditangkap polisi karena menyimpan 1 gram sabu. Polo pun diganjar hukuman 1 tahun penjara.

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy saat memperlihatkan barang bukti narkoba yang melibatkan artis penyanyi Zul Zivilia, di Polda Metro Jaya, Jumat 8 Maret 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Dua kali tersandung, kini Polo mengaku insyaf. Tekadnya mengakhiri bersahabat dengan narkoba sudah bulat. Polo menyadari dampak buruk tidak hanya menimpa dirinya, tapi juga keluarganya. Anak dan istri menanggung malu. "Saya berhenti dari mengonsumsi narkoba karena melihat masa depan anak-anak saya,” kata Polo.

    Polo mengucapkan penyesalan lebih lanjut, “Keluarga hancur ketika saya menggunakan narkoba. Saatnya saya mengembalikan semuanya menjadi baik. Untuk itu saya memutuskan berhenti memakai narkoba".

    Upaya terbebas dari pusaran narkoba juga dialami personel Band Slank. Iffet Veceha Sidharta atau dikenal dengan Bunda Iffet punya pengalaman bertahun-tahun mendampingi anaknya, Bimbim dan personel Slank lain yang memakai narkoba. Bimbim adalah drummer Slank. Keduanya terbebas dari narkoba setelah melewati perjuangan panjang.

    Baca:
    Manajer Artis: Ada Daftar Target Operasi Narkoba

    Sejak 1996 Bunda Iffet sudah menjadi manajer Slank. Ia mengisahkan awal mula Bimbim dan Kaka memakai narkoba ketika mereka liburan ke Bali. "Waktu itu Bimbim sama Kaka lagi jalan-jalan ke Bali, ada temannya yang nawarin dan bilang, 'Eh gue ada barang baru,'" kata Bunda Iffet saat ditemui di rumahnya di Gang Potlot, Guren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019.

    Bunda Iffet mengisahkan ketika Bimbim dan Kaka belum mengenal narkotika. Kaka berpikir itu bir cina atau biasa disebut putaw che che. Kaka dan Bimbim lantas mencobanya tanpa pikir panjang. Setelah muntah-muntah dan pusing, kata Bunda Iffet, mereka tertidur. Anehnya, begitu bangun tidur mereka menanyakan lagi bir cina untuk dikonsumsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.