Penahanan Kivlan Zen Diperpanjang 40 Hari

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen melambaikan tangannya saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Kivlan Zen memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen melambaikan tangannya saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Kivlan Zen memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memperpanjang masa penahanan tersangka kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, selama 40 hari ke depan. Masa penahanan 20 hari pertama Kivlan sebagai tersangka akan berakhir pada 20 Juni 2019.

    Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penahanan Kivlan diperpanjang lantaran polisi masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan berkas penyidikan. "Kalau berkas belum selesai, masa penahanan bisa diperpanjang," kata Argo melalui pesan singkat hari ini, Selasa, 18 Juni 2019.

    BacaPemeriksaan Distop Sementara, Kivlan Zen Tidur di Polda Metro 

    Perpanjangan masa penahanan tersangka mengacu pada Pasal 20 Kitab Undang Hukum Acara Pidana (KUHP) bahwa untuk kepentingan penyidikan, penyidik atau penyidik pembantu atas perintah penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 berwenang melakukan penahanan.

    Malam ini Kivlan Zen menjalani pemeriksaan konfrontasi dengan tersangka kasus makar lainnya, Habil Marati. Dugaan keterlibatan Habil Marati dalam rencana pembunuhan empat tokoh nasional terungkap dalam penelusuran Majalah Tempo ihwal aktor-aktor di balik kerusuhan 22 Mei 2019.

    Baca jugaUsai Jalani Pemeriksaan di Polda, Pengacara: Kivlan Zen Ditahan

    Habil Marati disebut pernah memberikan uang sebesar Rp 60 juta kepada Iwan Kurniawan. Iwan adalah mantan anak buah Kivlan Zen. Iwan melakukan desersi pada 2005. Iwan diduga diminta Kivlan Zen untuk melakukan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.