Diragukan Ada, Hasil Uji Calon Wagub DKI Didesak Dibuka

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat pimpinan gabungan yang membahas soal Wagub DKI di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana rapat pimpinan gabungan yang membahas soal Wagub DKI di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra dan PKS diminta membuka hasil uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dua calon Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno. Masyarakat Jakarta layak tahu hasil uji yang telah meluluskan kedua calon tersebut dalam proses seleksi yang telah dilakukan.

    Baca: PSI Kritik Proses Pemilihan Wagub DKI: Tak Ideal untuk Jakarta

    "Kalau fit and proper test ini kan bukan untuk posisi yang bersifat intelijen, pertahanan, keamanan negara, atau terkait kekayaan sumber daya alam kita," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Rian Ernest di Kantor DPP PSI, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis 4 Juli 2019.

    Dengan dibukanya hasil fit and proper test, menurut Rian, proses pemilihan calon Wagub DKI menjadi transparan. Selama ini, DPW PSI DKI menilai penetapan calon wagub tidak transparan karena publik Jakarta tidak mengetahui latar belakang dan rekam jejak kedua calon.

    Dia menambahkan masyarakat Jakarta setidaknya bisa menilai calon pemimpinnya dengan menilik hasil fit and proper test. PKS dan Gerindra, Rian menambahkan, juga bertanggung jawab kepada masyarakat, bukan hanya elite partai.

    Baca: Ahok Pertanyakan IMB Reklamasi, PSI Malah Puji Anies

    "Kalau Gerindra dan PKS betul-betul progresif kenapa tidak diunggah aja di situs mereka," ucap dia seraya menambahkan, "Tapi saya ragu itu (hasil fit and proper test) ada."

    Spanduk milik Forum Betawi Rempug (FBR) yang menolak calon wakil gubernur DKI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa, 26 Februari 2019. TEMPO/Lani Diana

    Kursi Wagub DKI masih kosong hingga kini. Proses pemilihan pengganti Sandiaga Uno itu bergulir sejak November 2018. Awalnya, partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, PKS dan Partai Gerindra, mengusulkan dua calon wagub.

    Setelah muncul dua nama, partai menggelar fit and proper test untuk menyeleksi kandidat. PKS mengusulkan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

    Tahapan ini sempat jalan di tempat lantaran Gerindra ingin calon yang diusulkan PKS itu berjumlah lebih dari dua orang. Alhasil, Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI, Abdurahman Suhaimi, masuk bursa calon wagub.

    Baca: Wagub DKI Alot, Ketua DPRD: Ada Relawan 02 Mau Daftar

    Tim fit and proper test yang terdiri dari empat orang lalu memutuskan Agung dan Syaikhu yang layak dicalonkan. Partai lalu menyerahkan surat berisikan dua nama ini kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies yang meneruskan surat itu ke anggota dewan.

    Bola pemilihan Wagub DKI yang baru pun kini ada di DPRD. Dewan membentuk dua kepanitiaan, yakni pansus dan panlih. Pansus merumuskan dan mengesahkan tata tertib pemilihan, sementara panlih yang mengeksekusinya. Saat ini pansus masih membahas draf tatib.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.