Ungkap Ganja di Kampus, Polres Jakbar Dapat Penghargaan dari Kemenristekdikti

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Resor Jakarta Barat menangkap lima tersangka pengedar ganja di kampus Jakarta. Konferensi pers berlangsung di halaman Polres Jakbar, Senin, 29 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    Kepolisian Resor Jakarta Barat menangkap lima tersangka pengedar ganja di kampus Jakarta. Konferensi pers berlangsung di halaman Polres Jakbar, Senin, 29 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Bongkar peredaran ganja di kampus, 16 personel Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat mendapat penghargaan dari Menristekdikti Muhammad Nasir. Penghargaan ini diberikan pada peringatan HUT RI ke-74, Sabtu.    

    Penghargaan, kata Nasir, diberikan sebagai wujud apresiasi atas keberhasilan mereka mengungkap jaringan peredaran narkoba antar kampus di Jakarta.

    “Saya berterima kasih kepada Polres Metro Jakarta Barat atas kerja kerasnya dalam memberantas peredaran narkoba khususnya di lingkungan kampus,” kata Nasir dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Penghargaan diberikan saat upacara di lapangan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Tangerang, Banten, pagi tadi.

    Adapun personel yang mendapat penghargaan adalah Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi, Wakapolres Ajun Komisaris Besar Hanny Hidayat, Kepala Satuan Narkoba Ajun Komisaris Besar Erick Frendriz, Wakasat Narkoba Komisaris Emang Adnan, Kepala Unit 3 Narkoba Ajun Komisaris Achmad Ardhy, serta 11 orang lainnya.

    Polres Metro Jakarta Barat sebelumnya juga pernah menerima penghargaan dari Penegak Hukum Narkoba Pemerintah Amerika Serikat atau Drug Enforcement Administration (DEA). Penghargaan diberikan atas pengungkapan kasus penyelundupan narkoba jenis sabu milik dua jaringan narkoba internasional yang berada di Cina, Meksiko, Taiwan, Amerika Serikat, dan Indonesia.

    Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat menangkap lima tersangka yang terdiri dari dua mahasiswa aktif berinisial TW (23) dan PHS (21) pada Senin, 29 Juli 2019. Tiga lainnya adalah mahasiswa yang studinya tak dilanjutkan alias drop out (DO) dengan inisial HK (27), AT (27), dan FF (31). Mereka kedapatan mengedarkan narkoba jenis ganja di kalangan kampus.

    TW dan PHS terungkap mengedarkan ganja di kampus mereka di Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Jual-beli narkoba di lingkungan kampus itu telah berlangsung dua tahun. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.