Maulana Suryadi Perusuh dan Tewas Sesak Napas? Simak 3 Fakta Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian, saat konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 26 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian, saat konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 26 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    2. Maulana adalah perusuh

    Kepada Maspupah, Aldo menceritakan kalau mereka tak sedang ikut merusuh, melainkan hanya menonton dari atas jembatan Slipi. Mereka berangkat dari rumah Aldo di Kampung Baru, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengendarai sepeda motor. Saat sedang menonton, tiba-tiba di belakang mereka telah ada banyak polisi. Lantaran tak bisa berbuat apa-apa, kata Aldo, dia dan Yadi--sapaan Maulana--pasrah ditangkap.

    3. Tak ada kekerasan

    Maspupah mengatakan masih tidak percaya anaknya tewas karena sesak nafas. Dasarnya, wajah bengkak dan darah yang terus mengalir dari hidung dan kuping bahkan sampai saat Maulana hendak dimakamkan. Keterangan dari Bayu juga menyebut batok kepala adiknya itu lembik saat jenazahnya dimandikan. Belum lagi lebam di leher dan punggung.

    Kondisi jenazah Maulana Suryadi, 23 tahun, yang terus mengeluarkan darah di bagian hidung dan telinganya, saat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta Selatan, pada Jumat, 27 September 2019. Dok: Keluarga

    Maspupah mengakui putrinya diminta membuat surat pernyataan kalau Maulana Suryadi meninggal karena asma dan ditandatanganinya. "Tapi saya tidak ingat isinya seperti apa karena saat itu saya sangat panik dan kaget.”

    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan sesak napas disertai pendarahan bisa muncul karena banyak sebab. Salah satunya mengalami trauma dada. Bisa juga infeksi paru-paru. "Jadi tergantung apa penyebab dan kenapa dia sesak napas," ujarnya menganjurkan autopsi.

    ADAM PRIREZA | LANI DIANA | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.