Pengedar Sabu yang Ditembak Mati Juga Diduga Pelaku Curanmor

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua dari kanan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat konferensi pers terkait penembakan terduga pengedar narkoba di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat, 6 Desember 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Dua dari kanan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat konferensi pers terkait penembakan terduga pengedar narkoba di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat, 6 Desember 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengedar sabu bernama Budi Hariyono alias Syam yang ditembak mati polisi, diduga juga merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor. Dugaan itu disimpulkan polisi setelah menemukan alat pencurian berupa kunci T di kontrakan pelaku di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur.

    "Juga ditemukan dua unit sepeda motor yang dicurigai sebagai hasil curian," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa, 10 Desember 2019.

    Polisi menangkap Syam pada Senin, 9 Desember 2019 di kontrakannya. Polisi kemudian menggiring pelaku ke sebuah lapangan di Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur untuk menunjukkan tempat penyimpanan barang bukti berupa sabu.

    "Pada saat dia menunjukkan, rupanya itu bukan sabu tetapi satu buah pistol atau senjata api rakitan yang kemudian diarahkan kepada anggota," ujar Yusri.

    Setelah menunjukkan senjata api, Yusri mengatakan bahwa anggotanya memberikan peringatan. Namun pelaku disebut malah mencoba melarikan diri. Sehingga, kata Yusri, polisi kemudian melepaskan timah panas ke arah pelaku dan mengenainya.

    "Tersangka sempat dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati, tetapi dalam perjalanan meninggal dunia," ujar dia.

    Dari hasil penggeledahan tehadap Syam, polisi menyita 16 bungkus plastik berisi narkoba jenis sabu seberat 1.500 gram, sepucuk senjata api, beberapa buah kunci T, sejumlah senjata tajam, serta dua buah sepeda motor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.