Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Longsor Sukajaya

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunaan alat Ground Penetrating Radar untuk mencari korban longsor dan banjir bandang di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/MA Murtadho

    Pengunaan alat Ground Penetrating Radar untuk mencari korban longsor dan banjir bandang di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/MA Murtadho

    TEMPO.CO, Bogor - Tim SAR gabungan menghentikan pencarian ketiga korban yang tertimbun longsor di Kampung Sinar Harapan, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, mengatakan hingga pencarian terakhir pada Ahad sore, 12 Januari 2020, tim tidak menemukan tanda-tanda korban. "Kami juga mempertimbangkan kondisi personil," ucap Deden, Senin 13 Januari 2020.

    Deden menilai proses pencarian korban yang sudah memasuki hari ke-12 sudah tidak efektif. Ia menyatakan kondisi medan dan cuaca menjadi kendala utama dalam operasi pencarian tiga korban. Ketiga korban itu Amri, Maesaroh, dan Cicih.

    Walaupun operasi pencarian dari tim SAR usai, Deden menuturkan, khusus untuk Basarnas tetap melakukan operasi siaga pemantauan. Operasi pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi temuan dari keluarga atau warga yang melihat tanda-tanda korban. "Kami siap dan siaga (untuk evakuasi)," kata Deden.

    Kepala Sub Direktorat RPDO Basarnas, Agus Haryono, menambahkan kondisi medan dan ketebalan lumpur menjadi alasan utama yang menyulitkan proses pencarian korban longsor oleh tim SAR. Tak hanya itu, tidak adanya alat berat membuat pencarian semakin berat. 

    Alat berat tidak bisa digunakan karena akses jalan menuju desa terputus. Meski demikian, Agus menilai tim SAR gabungan sudah melaksanakan tugasnya dengan optimal dan profesional. "Saya berharap seluruh tim SAR gabungan tetap solid dan selalu bergandengan dalam misi kemanusiaan," ucap Agus.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.