Demo Yasonna Laoly, Begini Kemenkumham Terima Wakil Tanjung Priok

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa yang tergabung dalam Priok Bersatu melakukan aksi di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Dalam aksi ini massa menuntut Menkumham Yasonna Laoly meminta maaf atas ucapannya yang dinilai menghina warga Tanjung Priok. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah massa yang tergabung dalam Priok Bersatu melakukan aksi di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Dalam aksi ini massa menuntut Menkumham Yasonna Laoly meminta maaf atas ucapannya yang dinilai menghina warga Tanjung Priok. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 11 orang perwakilan massa "Aksi Damai #221 Priok Bersatu" diterima oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, 22 Januari 2020.

    Perwakilan massa aksi tersebut diterima sekitar pukul 12.40 WIB setelah melakukan orasi terlebih dahulu di depan Kantor Kemenkumham. Orasi dilakukan di bawah guyuran hujan.

    Sebelas perwakilan tersebut merupakan para orator aksi yang menamai dirinya perwakilan warga Tanjung Priok. Turut serta dalam perwakilan itu penyanyi dangdut Bebizy.

    Perwakilan massa aksi masuk ke kantor Kemenkumham menuju lantai dua kantor Kemenkumham, dikawal ketat aparat Kepolisian.

    Petugas hanya mempersilahkan perwakilan massa aksi untuk naik ke lantai dua, sedangkan awak media tidak dibolehkan masuk.

    Sebelumnya, Dimas selaku koordinator aksi warga Tanjung Priok mengatakan bahwa Menteri Yosanna Laoly akan menerima perwakilan massa aksi berjumlah 10 orang.

    "Tadi sudah koordinasi dengan Kapolres setempat meminta perwakilan massa untuk masuk menyampaikan aspirasinya langsung, kami sudah siapkan 10 orang sesuai permintaan," kata Dimas.

    Dimas menyebutkan, massa aksi yang datang hari ini berjumlah sekitar 100 orang adalah warga asli Tanjung Priok.

    Kedatangan warga atas kehendaknya karena merasa tersinggung dengan penyataan Menteri Yosanna Laoly yang mengatakan anak yang lahir di Tanjung Priok adalah kriminal. "Tuntutan kami hanya ingin pak menteri minta maaf kepada masyarakat Tanjung Priok," kata Dimas.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.