Begini Cara Polisi Redam Tawuran Pelajar di Jakarta Selatan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Selatan berencana menggelar pesantren kilat bagi para pelajar sekolah menengah pertama dan atas. Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meredam aksi tawuran pelajar. 

    Menurut Bastoni, polisi akan menyasar para pelajar yang berada di sekolah rawan tawuran. Kegiatan pesantren kilat dijadwalkan berjalan pada akhir pekan di Polres Jakarta Selatan.  

    "Nanti selama pesantren kilat sehari penuh itu dikasih ceramah agama, penyuluhan narkoba, penyuluhan tentang kenakalan remaja, pergaulan bebas, segala macam. Jadi di situ (diberikan) pembinaan rohani," ujar Bastoni di Jakarta, kemarin.

    Pilihan menggelar pesantren kilat pada akhir pekan lantaran masjid yang berada di Polres Jakarta Selatan sepi. "Kan kami punya masjid dua lantai. Satu lantai mungkin bisa untuk menginap. Lantai dua untuk pengajian, ceramah-ceramah, dan sebagainya," sebut Bastoni.

    Untuk menjaring para siswa, lanjutnya, Polres akan bekerja sama dengan sekolah. Caranya dengan memberikan surat kepada Kepala Sekolah untuk mengirimkan delegasi  atau pelajar sebanyak 10 orang untuk mengikuti pesantren kilat. Ihwal sekolah yang akan dituju, Bastoni memperkirakan ada 10 sekolah, seperti SMP, SMA atau STM.

    "Saya sih minta minggu ini (dimulai). Cuma nanti kan perlu dibentuk panitia dan segala macam," ujar Bastoni.

    KIKI ASTARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.