Petugas Damkar Selamatkan Pria Tertancap Pagar Besi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran menyelamatkan seorang pria yang tangannya tertancap pagar besi di Tambora, Jakarta Barat. Foto: Istimewa

    Petugas pemadam kebakaran menyelamatkan seorang pria yang tangannya tertancap pagar besi di Tambora, Jakarta Barat. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas pemadam kebakaran Jakarta Barat menyelamatkan seorang pemuda yang tertancap pagar besi di Tambora, Jakarta Barat. Korban yang enggan disebutkan namanya sudah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan besi pagar yang masih menancap di telapak tangan kirinya Senin pagi, 10 Februari 2020.

    "Kejadiannya pukul 03.21 WIB. korban langsung dibawa unit 118 ke rumah sakit Cipto (RSCM)," ujar Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Eko Sumarmo, saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Februari 2020. 

    Eko menceritakan, insiden berawal saat korban akan pulang ke rumahnya yang berada di Jalan Jembatan Besi, RT 02 RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Senin dini hari. Saat akan masuk ke pekarangan rumah, korban mendapati pagar yang terkunci. 

    Tanpa pikir panjang, korban nekat memanjat pagar setinggi dua meter yang terdapat besi tajam di bagian pinggirnya. "Dia lalu berusaha memanjat, cuma terpeleset," kata Eko. 

    Saat terpeleset, telapak tangan kiri korban langsung menembus besi pagar. Petugas Pemadam Kebakaran yang datang berusaha mengeluarkan tangan korban dari besi yang tertancap.

    Demi menghindari risiko luka yang lebih parah, petugas pemadam kebakaran memilih memotong pagar besi. Eko mengatakan petugas terpaksa memotong sebagian pagar dan membawa korban ke rumah sakit dengan besi pagar masih tertancap. 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.