Kawanan Maling Asal Lampung Pakai 40 Motor Curian Buat Foya-foya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Daerah Metro Jaya saat merilis kasus pencurian motor dengan pemberatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat, 7 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kepolisian Daerah Metro Jaya saat merilis kasus pencurian motor dengan pemberatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat, 7 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -JS, kapten salah satu komplotan maling atau pencuri sepeda motor asal Lampung Timur, sudah menggasak lebih dari 40 unit kendaraan bermotor di kawasan Jabodetabek sejak tahun 2013.

    Kepada penadah, JS dan komplotan maling yang berjumlah 4 orang, menjual motor tersebut seharga Rp 2,5 juta per unit.

    "Dari pengakuannya, uang tersebut mereka gunakan untuk foya-foya dan kasih makan keluarga," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Februari 2020.

    JS selalu menjual kendaraannya itu kepada seorang penadah berinisial I yang berada di Karawang, Jawa Barat. Sampai saat ini polisi masih memburunya.

    Adapun cara komplotan JS terhindar dari buruan polisi, yakni dengan bergonti-ganti lokasi pencurian. Sehingga selama 7 tahun beraksi, komplotan ini tak terdeteksi polisi.

    "Komplotan ini baru kali ini tertangkap. Mereka ga main di satu tempat, tapi di Sentul, Bekasi, Cibinong, dan seluruh wilayah Jakarta, pindah untuk menghilangkan jejak," ujar Yusri.

    Adapun komplotan ini terdiri dari JS yang merupakan kapten dan otak pencurian, lalu SH dan JD yang berperan sebagai pemetik atau eksekutor. Yusri mengatakan ada 2 orang anggota komplotan lain yang tengah dalam pengejaran, yakni berinisial D dan A.

    Saat beraksi, komplotan ini selalu dibekali senjata api untuk jaga diri. Mereka mengincar sepeda motor merek Honda seperti Beat atau Vario untuk dibobol menggunakan kunci letter T.

    Saat ditangkap di rumahnya di Lampung Timur, polisi terpaksa menembak kaki JS dan JD karena berusaha melarikan diri.

    Atas perbuatannya, para pelaku pencurian motor itu terancam Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam hukuman 7 tahun penjara


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.