Remaja Tewas Usai Selamatkan 2 Bocah Hanyut Saat Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tenggelam. meteoweb.eu

    Ilustrasi orang tenggelam. meteoweb.eu

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang remaja 14 tahun, Muhammad Sulton, tewas tenggelam setelah menyelamatkan dua bocah hanyut saat banjir Jakarta di Kali Tangki Lio, Jakarta Barat, Rabu 25 Februari 2020.    

    Jasad Sulton ditemukan oleh tim SAR dan Kepolsian Sektor Taman Sari pada Rabu siang. Korban hanyut terbawa arus kali yang kuat akibat banjir Jakarta kemarin. 

    "Tim berhasil menemukan korban di bagian kiri kali dalam keadaan meninggal, selanjutnya korban di bawa ke rumah orang tuanya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 26 Februari 2020. 

    Adapun kronologi Sulton hanyut berawal saat 3 bocah lain berenang di Kali Tangki Lio saat sedang pasang sekitar pukul 11.30. Kondisi arus kali tengah deras karena beberapa wilayah di sekitar sedang banjir. 

    Korban mengingatkan kepada anak-anak yang bermain di kali itu soal arus deras. Namun, ketiga bocah tersebut hanya menghiraukannya. 

    Tak lama setelah diperingatkan, ketiga bocah hanyut terbawa arus. Melihat hal tersebut, Sulton bersama seorang temannya segera terjun untuk membantu para korban. 

    "Anak-anak berhasil diselamatkan oleh korban dengan cara dipanggul di bagian pundak," ujar Yusri. 

    Di tengah perjalanan menuju tepian, Sulton tak kuat lagi dan menyerahkan kedua bocah yang ia selamatkan ke rekannya. Di saat itulah ia hanyut terbawa arus dan tenggelam

    Korban sempat berusaha ditolong oleh temannya. Namun karena kuatnya arus, Sulton tenggelam dan tak terlihat lagi. Jasad remaja tewas tenggelam itu baru ditemukan sekitar pukul 14.00. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.