Peneliti UI Cari Alternatif Obat Virus Corona dengan Propolis

Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia mengembangkan obat penangkal dan pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19.

Muhamad Sahlan, peneliti FTUI tersebut mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia yang dihasilkan oleh lebah Tetragonula biroi aff, sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19).

“Propolis tersebut terbukti memiliki komponen penghambat alami yang dapat digunakan untuk menghasilkan obat dengan efek negatif minimal, baik terhadap tubuh manusia maupun sumber daya alam yang tersedia,” tulis Sahlan dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Rabu 4 Maret 2020.

Sahlan menuturkan bahwa komposisi propolis tidak selalu sama di seluruh dunia. Pada penelitian ini, senyawa propolis berasal dari lebah Tetragonula biroi aff, “Perlu dipahami bahwa propolis memiliki karakteristik berbeda tergantung pada sumber tanaman dan lokasinya. Perbedaan sumber tanaman, lokasi, serta proses penelitiannya akan membedakan pula senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan,” lanjut Sahlan.

Saat ini, kata Sahlan, beberapa negara tengah mengembangkan obat dan vaksin untuk COVID-19. Salah satunya adalah Cina yang mengembangkan obat berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Profesor Yang dari Shanghai Tech University, pada Januari 2020.

Dalam penelitian itu Prof. Yang berhasil memetakan struktur protein virus Corona dimana ditemukan bahwa virus corona penyebab COVID-19 harus menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia) sebelum menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak. Untuk memutus aktivitas ini, dikembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk COVID-19.

“Yang menarik bagi saya, propolis yang saya teliti ini memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3,” kata Sahlan.

Pria yang telah sembilan tahun meneliti tentang propolis ini mengatakan, dengan menggunakan struktur model COVID-19 yang ada, senyawa-senyawa propolis diujikan untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus COVID-19 bila dibandingkan dengan ikatan senyawa N3.

“Hasil pengujian memperlihatkan bahwa tiga dari sembilan senyawa yang ada di propolis asli Indonesia memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada virus COVID-19,” kata Sahlan.

Bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa Sulawesins a memiliki nilai -7.9, Sulawesins b (-7.6) dan deoxypodophyllotoxin (-7.5). “Jadi, semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa menempel pada virus COVID-19. Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,” ujar Sahlan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UI Hendri D.S. Budiono mengatakan, penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Sahlan, dan timnya sedang pada tahap mengenali senyawa-senyawa yang potensial untuk dikembangkan sebagai obat COVID-19. “Tahapan selanjutnya adalah pengoptimasian senyawa-senyawa tersebut sebelum dilakukan uji klinis dan pengembangan obat,” kata Hendri

Hendri mengatakan, penelitian ini belum masuk ke dalam tahapan klinis karena Indonesia sendiri baru mengumumkan pasien positif corona pada Senin 2 Maret lalu. “Akan tetapi hasil penelitian ini tentu sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi alternatif obat dari Indonesia untuk menyembuhkan maupun mengurangi perkembangan virus corona. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke negara lain,” kata dia.






UI Peringkat Teratas Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Nomor 551 di Dunia

11 jam lalu

UI Peringkat Teratas Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Nomor 551 di Dunia

The "Webometrics Ranking of World Universities" edisi Januari 2023 merilis UI peringkat teratas perguruan tinggi terbaik di Indonesia.


China Ungkap Puncak Covid-19: Kasus Harian 7 Juta dan Kematian 4.000

10 hari lalu

China Ungkap Puncak Covid-19: Kasus Harian 7 Juta dan Kematian 4.000

China mengungkap kasus harian Covid-19 ketika mencapai puncaknya dengan penderita bertambah 7 juta per hari dan kematian 4.000


4 Mahasiswa UI Raih Beasiswa OGFICE di Jepang

11 hari lalu

4 Mahasiswa UI Raih Beasiswa OGFICE di Jepang

Empat mahasiswa pascasarjana Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) berhasil meraih beasiswa ke Jepang. Simak kisahnya.


Prodi S2 Ilmu Kimia FMIPA UI Raih Akreditasi Internasional RSC

12 hari lalu

Prodi S2 Ilmu Kimia FMIPA UI Raih Akreditasi Internasional RSC

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI berhasil meraih akreditasi dari lembaga internasional The Royal Society of Chemistry.


Farmasi UI dan BRIN Sulap Biota Laut Jadi Bahan Baku Obat Kanker dan Diabetes

16 hari lalu

Farmasi UI dan BRIN Sulap Biota Laut Jadi Bahan Baku Obat Kanker dan Diabetes

UI dan Brin mengembangkan bahan baku obat dari biodiversitas bahan alam Indonesia. Ini hal yang akan dilakukan.


UI Kembali Pertahankan Akreditasi Unggul dari BAN-PT

17 hari lalu

UI Kembali Pertahankan Akreditasi Unggul dari BAN-PT

Universitas Indonesia (UI) berhasil mempertahankan akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).


Psikolog UI Teliti Penyebab Bungkamnya Mahasiswa Saksi Kecurangan Akademik

18 hari lalu

Psikolog UI Teliti Penyebab Bungkamnya Mahasiswa Saksi Kecurangan Akademik

Psikolog UI Anna Armeini Rangkuti mengidentifikasi ada empat motif utama silence mahasiswa terhadap kesaksian adanya kecurangan akdemik.


China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

19 hari lalu

China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

China buka-bukaan soal data Covid-19 ke WHO. Sejak kebijakan nol-Covid dicabut pada Desember lalu, kasus Corona di China melonjak tajam.


Peristiwa Malari 1974: Demonstrasi Tolak Kunjungan PM Jepang Kakuei Tanaka Berujung Rusuh

20 hari lalu

Peristiwa Malari 1974: Demonstrasi Tolak Kunjungan PM Jepang Kakuei Tanaka Berujung Rusuh

Peristiwa Malari adalah demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial menolak kedatangan PM Jepang Kakuei Tanaka ke Indonesia pada 15 Januari 1974.


Perbatasan Dibuka, Hampir 500 Ribu Orang Keluar Masuk China Setiap Hari

22 hari lalu

Perbatasan Dibuka, Hampir 500 Ribu Orang Keluar Masuk China Setiap Hari

Sejak pelonggaran kebijakan Covid-19 awal pekan ini, jumlah perjalanan ke China meningkat.