PSBB Berlaku, Pengelola Pemakaman Al Azhar Karawang Stop Ziarah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Al Azhar Memorial Garden di semprot cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

    Al Azhar Memorial Garden di semprot cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

    TEMPO.CO, Karawang -Pengelola Taman Pemakaman Muslim Al Azhar Memorial Garden yang berlokasi di Karawang, meniadakan ziarah kubur yang biasa dilaksanakan umat muslim menjelang Idul Fitri terkait adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB.

    "Larangan ini sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada kaum muslimin untuk meniadakan ziarah kubur sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19)," kata Dirut Al Azhar Memorial Garden Nugroho Adiwiwoho dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.

    Menurut Nugroho, imbauan dari MUI itu hendaknya menjadi pedoman dalam tradisi ziarah kubur yang selama wabah ini tidak dilaksanakan dahulu.

    Hal itu untuk menghindari kerumunan dan melaksanakan kebijakan menjaga jarak sesuai aturan PSBB yang saat ini berlaku di Provinsi Jawa Barat.

    Imbauan MUI tersebut sudah berdampak pada pengurangan jumlah peziarah ke Taman Pemakaman yang dikelola Yayasan Pesantren Islam Al Azhar.

    Sebagai contoh pada saat sehari sebelum Ramadhan biasanya para peziarah ramai berkunjung, tetapi kali ini jumlahnya jauh menurun bahkan bisa dihitung dengan jari, begitupun dengan jumlah peziarah setiap harinya sudah menurun jauh dibanding dengan hari-hari biasanya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengimbau agenda ziarah kubur sebaiknya ditiadakan pada masa pandemi  Corona dan diganti dengan berdoa dari rumahnya masing-masing.

    “Insya Allah nilai pahalanya tidak berkurang sedikit pun,” kata Zainut yang juga merupakan Wakil Menteri Agama itu.

    Ia menuturkan bahwa ziarah kubur memang amalan baik karena mengingatkan kematian. Terlebih lagi jika ziarah kubur dilakukan menjelang bulan Ramadan.

    Hanya saja, lanjut dia, jika pandemik COVID-19 belum berakhir, agenda ziarah ke makam orang tua, kerabat, dan saudara yang telah meninggal tersebut, dapat diganti dengan berdoa dari rumah masing-masing.

    MUI juga mengimbau umat Islam agar beribadah di bulan Ramadhan tahun ini dilaksanakan di rumah saja, demi mencegah penularan virus corona.

    Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am mengatakan, imbauan itu bukanlah suatu pembatasan beribadah, melainkan pembatasan kerumunan.

    “Pembatasan kerumunan bukan pembatasan ibadah. Sekali lagi saya tekankan, bukan membatasi ibadah. Karena menurut para ahli, kerumunan dalam kondisi sekarang menjadi faktor potensial penyebaran wabah Corona,” ungkap Ni'am.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.