Kebakaran Jembatan Merah Bogor, Bima Arya Pimpin Pemadaman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membubarkan kerumuman warga, pedagang dan pengunjung di Pasar Anyar, Kota Bogor, Minggu, 17 Mei 2020. ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membubarkan kerumuman warga, pedagang dan pengunjung di Pasar Anyar, Kota Bogor, Minggu, 17 Mei 2020. ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memimpin langsung penanganan kebakaran di kawasan pertokoan Jembatan Merah, Minggu malam. Kebakaran Jembatan Merah ini melalap dua toko, yaitu toko alat tulis kantor (ATK) Naga Kencana dan toko pakaian Modern.

    Dengan mengenakan topi dan jaket hijau, Bima Arya memberi komando kepada para petugas pemadam kebakaran di bawah kendali Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Agustiansyah.

    "Sudah mulai bisa dikendalikan. Yang penting pertama tidak ada orang di dalam, saya pastikan. Tadi pemiliknya ada dua orang, sudah memastikan tidak ada orang di dalam, jadi tidak ada korban," kata Bima Arya di Bogor, Minggu 31 Mei 2020.

    Menurut Wali Kota Bogor, kedua toko yang kebakaran itu dalam kondisi tutup meski pemerintah kota telah membolehkan pertokoan untuk beroperasi selama masa transisi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kota Bogor, Marse Hendra Saputra menyebutkan ada 14 unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan kebakaran Jembatan Merah

    "Total 14 mobil damkar, dibantu tujuh unit dari Kabupaten Bogor," kata Marse di lokasi.

    Bima Arya mengatakan belum bisa diketahui penyebab terjadinya kebakaran Jembatan Merah itu karena tidak ada saksi mata. "Penyebab masih diselidiki, nanti kita berikan ke polisi. Sebenarnya beberapa hari ini toko sudah boleh buka, tapi tadi yang terbakar ini posisi toko sudah tutup," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.