Sungai Cisadane Diduga Tercemar Limbah Medis Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan dasar Sungai Cisadane yang mengering pada musim kemarau panjang tahun ini, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Penampakan dasar Sungai Cisadane yang mengering pada musim kemarau panjang tahun ini, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang -Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) di bantaran Sungai Cisadane Karawaci Kota Tangerang menemukan berton-ton sampah berbagai jenis, termasuk limbah medis yang terjaring di wasthrap.

    Perangkap berbentuk dermaga apung HDPE berupa kubus itu dipasang melintang di badan sungai sepanjang 70 meter. Tujuannya menjaring sampah dari hulu Sungai Cisadane.

    Direktur Banksasuci Ade Yunus mengatakan relawan pembersih banyak menemukan sampah termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) dan limbah medis.

    "Kami khawatir ada bekas penanganan Covid-19. Sebab para relawan menemukan sampah botol infus, masker, jarum suntik,"kata Ade Yunus kepada Tempo Ahad 21 Juni 2020.

    Ade mengatakan ada belasan relawan Banksasuci yang bertugas menjaring sampah secara bergiliran.

    Ade menyebutkan setiap hari terhitung satu ton sampah yang berhasil diangkut ke darat.

    Jumlah sampah meningkat pasca
    terjadi longsor TPA Cipeucang Serpong Tangerang Selatan akibat sheet pile jebol pada 22 Mei 2020 lalu.

    "Relawan kami menimbang ada sampah sebanyak 10 ton yang terdampar di Washtrap Banksasuci, KotaTangerang," kata Ade.

    Ade Yunus mengimbau kepada relawan agar lebih berhati-hati saat memilah smapah, setidaknya menggunakan sarung tangan.

    "Kami minta mereka segera mandi mencuci tangan dengan sabun begitu selesai membersihkan washtrap,"kata Ade.

    Ade menduga sumber limbah medis itu, kalau yang sudah sangat kotor dari longsoran TPA Cipeucang. "Kalau yang baru limbah medis pasti sengaja dibuang, kami belum tahu siapa yang membuangnya sembarangan,"kata Ade.

    Untuk itu pihaknya meminta aparat dan instansi terkait untuk segera menindaklanjuti temuan limbah medis tersebut.

    "Kategorinya limbah B3, sangat berbahaya apalagi bila betul bekas penanganan Covid-19, lebih berbahaya,"kata Ade.

    Seorang relawan Banksasuci Hadi Irawan mengatakan
    setiap hari para relawan yang terbagi dalam dua shif menaikan sampah dari sungai Cisadane pagi dan sore mencapai 1 ton.

    "Sampah kami pilah. Kami proses pengeringan dan limbah medis dibakar menggunakan mesin insenerator dengan panas 80 derajat,kata Hadi.

    "Kami sering temukan ada sampah medis seperti infus, jarum suntik, masker dan lainnya. Kemarin kami angkat sampah limbah B3 mendapati 20 jarum suntik dan beberapa infus juga masker, "kata Hadi.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.