Ibu dari Gadis Kabur Asal Cengkareng Bantah Ada KDRT

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Ibu dari gadis kabur asal Cengkareng, RW (35) membantah adanya kekerasan dalam rumah tangga sebagai penyebab anaknya, F (13) kabur bersama Wawan Gunawan (41).

"Jadi dia seperti ketakutan kayak trauma lihat saya. Kalau untuk kekerasan ke dia, saya tidak pernah, paling hanya sekedar mulut aja. Wajar namanya orangtua ke anak," ujar RW di kawasan rumahnya di Cengkareng, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2020.

RW mengatakan F masih dalam kondisi trauma dan takut sendiri atas perbuatannya. Hal itu, kata dia, lantaran  F tak dapat menepati janji untuk tidak berhubungan kembali dengan Wawan usai melahirkan.

Namun, RW merasa lega, setelah tertangkapnya Wawan Gunawan bersama F oleh anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, pada Jumat, 21 Agustus 2020 lalu.

Ia juga mengaku, hatinya belum tenang, lantaran belum dapat memeluk langsung buah hatinya itu, karena F kini dalam pendampingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya.

Saat bertemu setelah menghilang pada 30 Juli, F tampak enggan menatap wajah RW, diduga karena masih ketakutan setelah kabur darinya.

Saat ini, F berada di rumah aman untuk mengembalikan kondisi psikologisnya selama 14 hari, di bawah pengawasan KPAI.

Sedangkan RW mengharapkan anaknya dapat kembali ke rumah setelah menjalani pemulihan.

"Awalnya saya pikir udah ketemu dan bisa pulang kumpul bareng di rumah ternyata tidak karena dia masih di KPAI," ujar RW sambil menyeka air matanya.

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat menemukan Wawan Gunawan (41), pembawa kabur gadis belia berinisial F (14) asal Cengkareng, Jumat dini hari.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengemukakan penangkapan tersangka persetubuhan anak Wawan itu dilakukan di Sukabumi, Jawa Barat.

Tersangka Wawan Gunawan dan F melarikan diri ke Sukabumi dan menetap di rumah kerabat Wawan.

Lantaran berpindah-pindah tempat, penangkapan keduanya membutuhkan waktu cukup lama.

Wawan Gunawan memperdaya F yang telah melahirkan bayinya agar mau diajak kabur dan bertanggung jawab atas perbuatan korban.

"Modus dari pelaku, yaitu pertama memberikan perhatian sehingga korban percaya. Korban merasa pelaku memberi perhatian sehingga pada saat itu mau bersama-sama pelaku membawa motor milik orang tuanya, kemudian dibawa pergi pelaku dari rumahnya," ujar Arsya.

Wawan dan F berpindah-pindah lokasi di luar Jakarta untuk menghindari kejaran polisi selama dalam pelarian.

Lokasi pelarian mereka di sekitar Jawa Barat di antaranya Bekasi, Subang, Sukamandi, Pelabuhan Ratu dan Sukabumi.

Wawan Gunawan dikenakan Pasal 81 UURI no 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.






Taman Maju Bersama Gompol Paya di Kalideres Ditargetkan Rampung Akhir Oktober

17 jam lalu

Taman Maju Bersama Gompol Paya di Kalideres Ditargetkan Rampung Akhir Oktober

Sebelum dijadikan Taman Maju Bersama Gompol Paya, lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah.


Pengurus Vihara Tien En Tang Tunjuk Deolipa Yumara jadi Pengacara Lawan Ahli Waris

1 hari lalu

Pengurus Vihara Tien En Tang Tunjuk Deolipa Yumara jadi Pengacara Lawan Ahli Waris

Deolipa Yumara menjelaskan awal mula sengketa lahan antara ahli waris pemberi hibah dan pengurus Vihara Tien En Tang di Jakarta Barat


Gerebek Kampung Ambon, Polsek Cengkareng Tangkap 8 Pengedar Narkoba

1 hari lalu

Gerebek Kampung Ambon, Polsek Cengkareng Tangkap 8 Pengedar Narkoba

Polsek Cengkareng tangkap delapan pengedar narkoba di Kampung Ambon.


Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

2 hari lalu

Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

Polsek Tambora menyelidiki kasus penembakan yang dilakukan seorang pria memakai jaket ojek online kepada warga di kawasan Tanah Sereal, Jakarta Barat


Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

6 hari lalu

Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

Roy Suryo ditahan 20 hari di Rutan Salemba setelah berkasnya selesai tahap II.


Anies Baswedan Bikin 4 Sekolah Net Zero 2022, Sekolah Apa Itu?

7 hari lalu

Anies Baswedan Bikin 4 Sekolah Net Zero 2022, Sekolah Apa Itu?

Anies Baswedan meresmikan 4 "Sekolah Net Zero 2022" di SD Negeri Ragunan 08 di Jakarta, sebagai bagian dari upaya memajukan pendidikan sesuai zaman.


6 Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak Berdiri, setelah 2 Remaja Dipaksa Jadi PSK

9 hari lalu

6 Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak Berdiri, setelah 2 Remaja Dipaksa Jadi PSK

Pemerintah Kota Jakarta Barat mendirikan Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak di enam lokasi permukiman warga.


Hujan Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Jakarta Selatan Sore Ini

10 hari lalu

Hujan Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Jakarta Selatan Sore Ini

BMKG memprakirakan, sebagian besar wilayah Jakarta pada siang ini cerah berawan. Kecuali Jakarta Selatan bakal diguyur hujan petir menjelang sore.


Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

11 hari lalu

Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka dua layanan SIM Keliling di dua titik DKI Jakarta, untuk memfasilitasi warga memperpanjang bukti legal berkendaraan itu.


Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual Masih Jadi PR Besar Jakarta

12 hari lalu

Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual Masih Jadi PR Besar Jakarta

Dua kasus kekerasan seksual anak di Jakarta menjadi sorotan. Ada remaja disekap dan dipaksa menjadi PSK. aDA juga remaja diperkosa 4 orang