Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pelaku Mutilasi Kalibata City Nekat Membunuh, Polisi: Beberapa Hari Tidak Makan

image-gnews
Petugas mengawal dua tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi dalam rilis kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 17 September 2020. Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua orang tersangka dan beberapa barang bukti dari sebuah rumah kontrakan di Ciamanggis, Depok. TEMPO/Muhammad Hidayat
Petugas mengawal dua tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi dalam rilis kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 17 September 2020. Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua orang tersangka dan beberapa barang bukti dari sebuah rumah kontrakan di Ciamanggis, Depok. TEMPO/Muhammad Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus mutilasi Kalibata City, Laeli Atik dan Djumadil Al Fajri mengaku membunuh Rinaldy Harley Wismanu karena desakan ekonomi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, kedua sejoli ini mengaku kepada polisi bahwa mereka kelaparan karena belum makan beberapa hari sebelum pembunuhan.   

"Dia mengaku sudah beberapa hari tidak makan, sehingga timbul niatan untuk melakukan pemerasan," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 September 2020. 

Sebelum melakukan pemerasan dan pembunuhan, tersangka Laeli Atik memperoleh penghasilan dari memberikan les kimia untuk mahasiswa. Sedangkan tersangka Fajri tidak bekerja dan menggantungkan hidup pada Laeli. 

Sejak pandemi Covid-19, Laeli kehilangan pekerjaannya dan tak memiliki pendapatan. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, pasangan kekasih itu juga terdesak harus membayar indekos.  "Jadi faktor ekonomi yang kemudian terdesak," kata Yusri. 

Kini Laeli Atik dan Fajri terancam hukuman mati karena diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang karyawan swasta bernama Rinaldy, 32 tahun. Kedua sejoli itu membunuh Rinaldy di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 9 September 2020. Awalnya, korban mengenal Laeli dari sebuah aplikasi kencan Tinder

Setelah melakukan komunikasi online, keduanya sepakat bertemu di apartemen yang disewa selama 6 hari, dari 7 hingga 12 September 2020. Usai Rinaldy dan Laeli berhubungan badan, Fajri berusaha memeras korban karena telah meniduri istrinya. 

Namun korban menolak dan Fajri memukul kepala Rinaldy sebanyak tiga kali dan menusuknya 7 kali.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca juga: Enam Fakta Baru Mutilasi Kalibata City : Pelaku Belajar Potong Tubuh dari Medsos

Mutilasi dilakukan setelah kedua tersangka belanja golok dan gergaji. Mereka memotong korban menjadi 11 bagian dan disimpan dalam kantong kresek. Setelah itu, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam koper dan ransel.

Para tersangka lantas memindahkan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City. Uang korban dalam rekening kemudian dikuras oleh kedua tersangka.

Pembunuhan dan mutilasi itu terungkap setelah adik korban melaporkan kasus orang hilang. Kedua tersangka ditangkap polisi di Perumahan Permata Cimanggis, Depok pada Rabu, 16 September 2020. Polisi melacak mereka setelah menggunakan uang hasil kejahatan tersebut untuk berbelanja emas, motor, dan menyewa rumah. 

Kedua tersangka mutilasi Kalibata City itu dijerat pasal pembunuhan berencana, yaitu Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Keduanya terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pelaku Pemerasan Ditangkap, Ria Ricis Langsung Berangkat ke Tanah Suci

9 jam lalu

Ria Ricis/Foto: Instagram/Ria Ricis
Pelaku Pemerasan Ditangkap, Ria Ricis Langsung Berangkat ke Tanah Suci

Ria Ricis berterima kasih kepada kepoisian yang sudah membantu menangani kasus pemerasan


Tarik Uang dari Bawahan di Kementan, Syahrul Yasin Limpo Sebut Atas Dasar Perintah Jokowi di Rapat Kabinet

17 jam lalu

Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian yang juga mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pertanyaan kepada saksi saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 10 Juni 2024. Dalam sidang tersebut Syahrul dan tim kuasa hukumnya menghadirkan dua saksi meringankan, antara lain Abdul Malik Faisal selaku Staf Ahli Gubernur Sub-bidang Hukum Pemprov Sulawesi Selatan dan Rafly Fauzi selaku mantan honorer di Dirjen Holtikultura Kementan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Tarik Uang dari Bawahan di Kementan, Syahrul Yasin Limpo Sebut Atas Dasar Perintah Jokowi di Rapat Kabinet

Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemotongan uang ke para pejabat di Kementan atas dasar instruksi Jokowi di rapat kabinet.


Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo Beberkan Alasan Hanan Supangkat Harus jadi Saksi

1 hari lalu

Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian yang juga mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pertanyaan kepada saksi saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 10 Juni 2024. Dalam sidang tersebut Syahrul dan tim kuasa hukumnya menghadirkan dua saksi meringankan, antara lain Abdul Malik Faisal selaku Staf Ahli Gubernur Sub-bidang Hukum Pemprov Sulawesi Selatan dan Rafly Fauzi selaku mantan honorer di Dirjen Holtikultura Kementan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo Beberkan Alasan Hanan Supangkat Harus jadi Saksi

Kuasa hukum bekas Mentan Syahrul Yasin Limpo atau SYL, mengatakan penting untuk menghadirkan Hanan Supangkat dalam sidang kliennya.


Pemerasan Ria Ricis, Polisi Ungkap Identitas Pelaku, Motif dan Modus Pelaku

1 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Pemerasan Ria Ricis, Polisi Ungkap Identitas Pelaku, Motif dan Modus Pelaku

Kasus Pengancaman dan Pemerasan Ria Ricis terus berlangsung, Ada motif sakit hati yang dilakukan oleh tersangka yang ternyata pernah bekerja di rumah korban.


Polda Metro Jaya Terbitkan Sprindik Baru untuk Kasus Firli Bahuri

1 hari lalu

Direktur Koordinasi dan Supervisi II KPK Yudiawan Wibisono (tengah) dan Direktur Tindak Pidana Khusus Polda Metro Jaya Ade Safri Simanjuntak (kiri) saat menjelaskan hasil rapat koordinasi supervisi KPK dengan Polda Metro Jaya perihal pemerasan yang menyeret Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, 17 November 2023. TEMPO/Bagus Pribadi
Polda Metro Jaya Terbitkan Sprindik Baru untuk Kasus Firli Bahuri

Sprindik baru kasus Firli Bahuri berdasarkan laporan polisi tipe A pada 7 Mei 2024.


Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Ancam dan Peras Ria Ricis Rp 300 Juta

1 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Ancam dan Peras Ria Ricis Rp 300 Juta

Polda Metro Jaya menangkap seorang laki-laki inisial AP (29), tersangka kasus dugaan pengancaman dan pemerasan terhadap Ria Ricis.


Polda Metro Jaya Yakin Bekas Ketua KPK Firli Bahuri Tidak Akan Kabur

1 hari lalu

Pertemuan Firli Bahuri dengan Syahrul.
Polda Metro Jaya Yakin Bekas Ketua KPK Firli Bahuri Tidak Akan Kabur

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak memastikan, Firli Bahuri tak akan kabur.


Kronologi Kasus Pemerasan Ria Ricis, Pelaku Ternyata Pengangguran

2 hari lalu

Ria Ricis/Foto: Instagram/Ria Ricis
Kronologi Kasus Pemerasan Ria Ricis, Pelaku Ternyata Pengangguran

Ria Ricis mengatakan ancaman tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, melainkan juga keluarga dan tim manajemen.


Peras Ria Ricis Rp 300 Juta, Pria Asal Cipayung Pinjam Rekening Teman untuk Tampung Uang

2 hari lalu

Ria Ricis di Capital Place, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Juni 2018. (TEMPO/Yatti Febri Ningsih).
Peras Ria Ricis Rp 300 Juta, Pria Asal Cipayung Pinjam Rekening Teman untuk Tampung Uang

Polda Metro Jaya akan meminta keterangan Jeki untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan Jeki dalam kasus pemerasan Ria Ricis.


Pemeras Ria Ricis Ditangkap di Cipayung, Ini Motifnya

2 hari lalu

Ria Ricis. Instagram
Pemeras Ria Ricis Ditangkap di Cipayung, Ini Motifnya

Tersangka mengancam Ria Ricis setelah melakukan peretasan untuk memperoleh foto dan video Youtuber itu.