Belasan Calo Rapid Test Berpakaian Ojek Online Berkeliaran di Stasiun Senen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pasar Senen dipadati penumpang KRL yang mau menuju keluar kota, 19 Desember 2020. Petugas Stasiun Pasar Senen belum mewajibkan penggunaan hasil tes swab antigen bagi para penumpang yang menaiki kereta jarak jauh. Tempo/Imam Hamdi

    Stasiun Pasar Senen dipadati penumpang KRL yang mau menuju keluar kota, 19 Desember 2020. Petugas Stasiun Pasar Senen belum mewajibkan penggunaan hasil tes swab antigen bagi para penumpang yang menaiki kereta jarak jauh. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Belasan calo yang menawarkan jasa pembuatan surat keterangan sehat dan rapid test berkeliaran di depan pintu masuk utama Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Desember 2020. Para calo tiket tersebut mayoritas menggunakan jaket ojek online.

    Para calo tersebut menawarkan jasanya dengan mendekatkan diri kepada setiap orang yang mau masuk maupun keluar stasiun. Awalnya calo tersebut mendekati calonnya dengan menawarkan jasa ojek online.

    Baca Juga:Pemerintah Tetapkan Harga Tertinggi Rapid Test Antigen Rp 250 Ribu di Jawa

    "Mau kemana bang. Ayo saya antar," kata seorang calo yang mendekati Tempo saat berjalan keluar menuju akses masuk utama stasiun. Sejurus kemudian, calo tersebut tanpa segan langsung menawarkan jasa rapid test dengan hasil non-reaktif. "Ayo tes sama saya saja bang. Harga sama, pasti bisa jalan."

    Pria yang mengenakan jaket ojek daring itu terus menawarkan jasa rapid tes antibody seharga Rp 85 ribu. Harga yang dipatok sama dengan pemeriksaan yang dilakukan petugas resmi di Stasiun Senen.

    Menurut pria ini, jasa rapid test yang ditawarkannya tidak membutuhkan waktu lama. "Cuma setengah jam paling lama. Nanti saya antar ke kliniknya dekat Johar sana."

    Ia menjelaskan penumpang kereta yang mendaftar untuk rapid test di Stasiun Senen saat masa libur ini cukup lama. Kata dia, penumpang bisa menunggu lebih dari tiga jam jika melakukan tes di Stasiun Senen. "Sudah sama saya saja bang. Cepat dan bisa langsung berangkat."

    Adapun jasa rapid test yang ditawarkan calo tersebut belum termasuk ongkos antar. Para calo tersebut mematok ongkos antar berkisar Rp 30-50 ribu. Penumpang di Stasiun Senen, Jesika mengaku tidak mau memakai jasa calo untuk rapid test. "Saya tidak percaya."

    Jesika bersama kedua orang tuanya memilih untuk mendaftar rapid test di Stasiun Senen hari ini. Sebabnya, pada Ahad besok, perempuan berusia 17 tahun itu, bakal berangkat menuju Kediri, Jawa Timur.

    Menurut Jesika, proses rapid test di Stasiun Senen memang cukup lama. Bahkan sejak mendaftar pukul 10.30 hingga pukul 14.00, namanya belum dipanggil. "Saya dapat nomor urut 972. Nunggunya memang lama, tapi saya lebih yakin yang disediakan resmi dari pemerintah."

    Tempo mengajukan wawancara kepada Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa terkait berkeliarannya calo rapid test di sekitar Stasiun Pasar Senen, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.