Cerita Rizieq Shihab Ungkap Kesedihan di Tahanan Atas Kepergian Habib Ali Tebet

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 12 Desember 2020. Kedatangan Rizieq Shihab ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan. Dalam kasus tersebut polisi menetapkan enam tersangka salah satunya Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 12 Desember 2020. Kedatangan Rizieq Shihab ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan. Dalam kasus tersebut polisi menetapkan enam tersangka salah satunya Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Kuasa hukum Pimpinan FPI Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, mengatakan kliennya saat ini sedang merasa berduka di dalam sel tahanan, karena baru saja kehilangan gurunya Ali bin Abdurrahman Assegaf.

    Ulama yang kerap dipanggil Habi Ali Tebet itu baru saja meninggal dunia pada Jumat kemarin, 15 Januari 2021.

    "Habib Ali itu seorang yang sangat baik, beliau (Rizieq) sangat berduka cita, merasa kehilangan dan sangat sedih," ujar Aziz saat dihubungi Tempo, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Ali bin Abdurrahman merupakan salah satu guru Rizieq Shihab dan menjadi orang pertama yang Rizieq temui sepulang dari Mekkah 10 November 2020 lalu. Rizieq mengunjungi kediaman Ali sebelum acara pernikahan putrinya di Petamburan.

    Dalam salah satu video yang beredar, tampak Ali dikunjungi Rizieq Shihab di kediamannya. Ia mengenang pertemuan terakhirnya dengan Rizieq sebelum tinggal di Makkah selama 3,5 tahun. Setelah menceritakan pertemuan tersebut, Ali diam sejenak dan menangis.

    Baca juga : Rizieq Shihab Tolak Diperiksa Polisi Soal Kasus RS Ummi Bogor, Ada Apa?

    "Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Baru diusir tiga tahun setengah. Kecil itu," kata Ali.

    Ali bin Abdurrahman Assegaf meninggal di RS Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat kemarin. Jenazahnya dibawa pulang kembali ke Jakarta pada Jumat malam.

    Kapolsek Tebet Komisaris Budi Cahyono melarang pihak keluarga Ali bin Abdurrahman Assegaf mengadakan tahlilan terbuka di Tebet. Alasannya, tahlilan terbuka dapat mengundang banyak masyarakat datang dan berakibat terjadinya kerumunan yang melanggar protokol kesehatan.

    "Tahlilannya keluarga saja, yang lainnya mendoakan saja di rumah. Karena kami tetap melarang adanya kerumunan," ujar Budi.

    Tak cuma tahlilan, saat disemayamkan di rumah duka di Tebet, para pelayat yang berkunjung pun dibatasi hanya dari kalangan keluarga guru Rizieq Shihab tersebut saja. Polisi juga melarang masyarakat berkonvoi mengantarkan jenazah Ali ke Tempat Pemakaman Keluarga Habib Kuncung di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.