Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Masa Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182

Petugas membawa kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak, di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 16 Januari 2021. im SAR gabungan mengevakuasi 26 kantong jenazah pada hari kedelapan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

TEMPO.CO, Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) akan mempertimbangkan perpanjangan masa pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182. Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji mengatakan masa pencarian sudah diperpanjang tiga hari sejak Jumat lalu dan akan berakhir Senin besok. 

"Nanti akan kita evaluasi, apakah mau diperpanjang atau tidak, menunggu hasil evaluasi besok," ujar Bambang di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 17 Januari 2021. 

Tim Basarnas mempertimbangkan perpanjangan masa evakuasi Sriwijaya Air jatuh karena black box tipe Cockpit Voice Recorder pesawat Boeing tersebut belum ditemukan. Selain itu selama 8 hari evakuasi, petugas juga masih banyak menemukan tubuh korban hingga kepingan pesawat jatuh itu. 

Bambang mengatakan keluarga korban juga berharap pencarian jenazah dapat terus dilakukan. 

"Kalau di lapangan masih kelihatan banyak korban, maka kami akan terus melaksanakan evakuasi. Mudah-mudahan bisa banyak terkumpul body part (bagian tubuh)," ujarnya. 

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di kawasan Kepulauan Seribu pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E. Pesawat jatuh itu bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak Nam Air. 

Baca juga: Basarnas Evakuasi Lagi 17 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182 Jatuh

Sampai hari ini, petugas baru berhasil menemukan black box tipe Flight Data Record (FDR) atau boks yang menyimpan soal data penerbangan pesawat Sriwijaya Air itu. Saat ini, petugas masih melakukan pengolahan data black box Sriwijaya Air itu. 






China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

3 hari lalu

China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

Pihak berwenang di China memberikan sertifikat pesawat jet penumpang produksi lokal C919, sekelas Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.


Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

8 hari lalu

Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan umrah pada November 2022 mendatang. Bagaimana persiapannya?


Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

10 hari lalu

Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

Perusahaan pembuat pesawat terbang Amerika Serikat, Boeing, dijatuhi sanksi denda US$200 juta atau Rp3 triliun oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS


Panglima TNI Andika Perkasa Minta Seluruh Pesawat TNI Dievaluasi

21 hari lalu

Panglima TNI Andika Perkasa Minta Seluruh Pesawat TNI Dievaluasi

Panglima TNI mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan KNKT dalam melakukan setiap investigasi kecelakaan pesawat.


Kronologi Pesawat Bonanza Jatuh di Surabaya hingga Ditemukan

24 hari lalu

Kronologi Pesawat Bonanza Jatuh di Surabaya hingga Ditemukan

Pesawat latih jenis G-36 Bonanza milik TNI AL jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Jawa Timur. Ditemukan 15 meter di permukaan air.


Pesawat Bonanza TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Tak Dilengkapi Kursi Lontar

25 hari lalu

Pesawat Bonanza TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Tak Dilengkapi Kursi Lontar

Danpuspenerbal Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan menyebut pesawat TNI AL jenis G-36 Bonanza tak dilengkapi dengan kursi lontar.


Spesifikasi Pesawat G-36 Bonanza T-2503 yang Jatuh di Selat Madura

25 hari lalu

Spesifikasi Pesawat G-36 Bonanza T-2503 yang Jatuh di Selat Madura

Pesawat G-36 Bonanza T-2503 TNI AL jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), perairan Selat Madura


Pesawat TNI AL Jatuh di Selat Madura, Danpuspenerbal: Kondisinya Layak Terbang

25 hari lalu

Pesawat TNI AL Jatuh di Selat Madura, Danpuspenerbal: Kondisinya Layak Terbang

Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan menjelaskan, pesawat TNI AL jenis G-36 Bonanza saat jatuh di Laut Selat Madura sedang dalam kondisi baik.


Profil Pesawat G-36 Bonanza T-2053 TNI AL yang Jatuh di Selat Madura

25 hari lalu

Profil Pesawat G-36 Bonanza T-2053 TNI AL yang Jatuh di Selat Madura

Pesawat G-36 Bonanza T-2503 milik TNI Angkatan Laut mengalami kecelakaan, jatuh saat latihan


Titik Pesawat Bonanza TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Terdeteksi

25 hari lalu

Titik Pesawat Bonanza TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Terdeteksi

TNI AL mengerahkan 7 KRI, 1 Pesud CN235, 2 helikopter, 2 KAL, 2 tim Kopaska, dan 2 tim-tim penyelam untuk mencari pesawat tersebut.