Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Rekrut Korban dari Cirebon hingga Bali

Ilustrasi Prostitusi. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus prostitusi anak yang diungkap Kepolisian Sektor Tanjung Priok di Sunter bermodus mengiming-imingi para remaja perempuan untuk bekerja.

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Guruh Arif Darmawan mengatakan, tersangka yang merupakan muncikari tak menyebut pekerjaan yang dimaksud tersebut adalah menjual diri kepada lelaki hidung belang.

"Jadi antara korban dan muncikari ini sudah saling kenal, kemudian diiming-imingi pekerjaan di suatu tempat, tapi ternyata tidak seperti yang diharapkan oleh korban," ujar Guruh saat dikonfirmasi, Kamis, 28 Januari 2021.

Baca juga: Kasus Prostitusi di Sunter, Polisi: Saat Digerebek 4 Anak Sedang Layani 1 Pria

Guruh mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini, sebab ada indikasi jumlah korban yang direkrut oleh RSD bukan hanya empat orang saja.

Sementara itu tersangka RSD mengaku merekrut para PSK di bawah umur itu tak cuma dari Jakarta saja. Ia mengaku para anak di bawah umur tersebut ada yang direkrut dari Cirebon hingga Bali. Proses perekrutan itu pun dilakukan dari mulut ke mulut.

Mengenai tarif dari PSK di bawah umur itu, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok Ajun Komisaris Paksi Eka Saputra mengatakan, berdasarkan keterangan R, pelanggan prostitusi anak yang ikut diciduk polisi, telah membayar uang sejumlah Rp 20 juta kepada RSD untuk berhubungan seks dengan empat anak di bawah umur.

Lalu menurut keterangan empat korban, mereka hanya mendapatkan uang Rp 1 - 3 juta dari hasil melayani R. "Selisih angka dari keuntungan tersebut untuk si muncikari," ujar Paksi.

Pengungkapan kasus prostitusi anak ini berawal dari patroli polisi di media sosial. Saat itu tersangka RSD memang menjajakan anak di bawah umur melalui aplikasi MiChat.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap RSD di halaman parkir hotel di Sunter, Jakarta Utara pada Senin lalu. Setelah diinterogasi, RSD akhirnya mau menunjukkan kamar tempat anak-anak itu sedang melayani pria hidung belang.

Para PSK di bawah umur yang masing-masing berinisal DM (17 tahun), FZ (15), AA (15), dan SF (15) itu kemudian dibawa ke Unit Perlindungan Anak Polsek Tanjung Priok dan telah ditetapkan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Mereka rencananya akan diberi pendampingan dari psikolog untuk memulihkan keadaan mentalnya.

Sementara tersangka prostitusi anak RSD saat ini sudah mendekam di Rutan Polsek Tanjung Priok. Tersangka dijerat dengan Pasal 1 angka 1 UU 21 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia dengan ancaman pidana penjara hingga 6 tahun.






Jalan ke JIS Diperlebar, 2 Bulan setelah PSSI Sebut Stadion Buatan Era Anies Baswedan Tak Layak

20 hari lalu

Jalan ke JIS Diperlebar, 2 Bulan setelah PSSI Sebut Stadion Buatan Era Anies Baswedan Tak Layak

Akses menuju stadion Jakarta International Stadium atau JIS di Jalan Sunter Permai Raya, Tanjung Priok diperlebar, mengoreksi JIS era Anies Baswedan?


Ini 6 Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

24 hari lalu

Ini 6 Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya menyediakan layanan Surat Izin Mengemudi atau SIM Keliling di enam titik Jakarta untuk membantu warga memperpanjang masa berlaku SIM.


Revitalisasi JPO Pasar Ular Plumpang Usung Konsep Kapal Layar, Rampung Akhir Bulan Ini

28 hari lalu

Revitalisasi JPO Pasar Ular Plumpang Usung Konsep Kapal Layar, Rampung Akhir Bulan Ini

Revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) Pasar Ular Plumpang ditargetkan rampung akhir bulan ini. Usung konsep kapal layar.


Prostitusi di Rawa Malang Jakarta Utara, PDIP: Kramat Tunggak Ditutup, Muncul di Mana-mana

32 hari lalu

Prostitusi di Rawa Malang Jakarta Utara, PDIP: Kramat Tunggak Ditutup, Muncul di Mana-mana

Gilbert Simanjuntak menilai munculnya prostitusi di Rawa Malang secara diam-diam merupakan masalah yang tidak mudah untuk diselesaikan.


Polres Jakarta Selatan Sosialisasi Larangan Sewa Apartemen Harian di Kalibata City

32 hari lalu

Polres Jakarta Selatan Sosialisasi Larangan Sewa Apartemen Harian di Kalibata City

Larangan sewa harian apartemen ini guna mencegah aksi tindak pidana, seperti prostitusi, narkoba maupun keberadaan WNA ilegal.


Polisi Akan Larang Sewa Harian di Apartemen Kalibata City

36 hari lalu

Polisi Akan Larang Sewa Harian di Apartemen Kalibata City

Polsek Pancoran akan melarang sewa harian di Apartemen Kalibata City untuk cegah prostitusi dan peredaran narkoba.


Kronologi Pengusutan Kasus Narkoba yang Bermuara ke Teddy Minahasa

44 hari lalu

Kronologi Pengusutan Kasus Narkoba yang Bermuara ke Teddy Minahasa

Pengungkapan kasus narkoba di Jakarta Pusat berujung pada dugaan keterlibatan Teddy Minahasa dalam peredaran narkotika


Kasus Narkoba Teddy Minahasa Mengalir sampai Kampung Bahari, di Manakah Letaknya?

46 hari lalu

Kasus Narkoba Teddy Minahasa Mengalir sampai Kampung Bahari, di Manakah Letaknya?

Jaringan Teddy Minahasa menjual 1,7 kg sabu di Kampung Bahari. Daerah ini dikenal sebagai daerah hitam narkoba. Di manakah itu?


Selain Irjen Teddy Minahasa, Ini 4 Petinggi Polri Tersangkut Salahgunakan Narkoba

47 hari lalu

Selain Irjen Teddy Minahasa, Ini 4 Petinggi Polri Tersangkut Salahgunakan Narkoba

Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa mengejutkan banyak pihak, tapi sebelum itu beberapa petinggi Polri pun pernah tersangkut narkoba. Ini foto mereka.


Hidayat Nur Wahid Sebut Anies Baswedan Pemimpin Baik dan Benar Karena Tutup Alexis

49 hari lalu

Hidayat Nur Wahid Sebut Anies Baswedan Pemimpin Baik dan Benar Karena Tutup Alexis

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid hadir dalam acara Istighosah Jawara Indonesia di Balai Kota DKI bersama Anies Baswedan.