Jakarta Pusat Masih Kaji Desain Penataan PKL di Kebon Kacang Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pedagang Kaki Lima atau PKL. ANTARA

    Ilustrasi Pedagang Kaki Lima atau PKL. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menyebut, pihaknya tengah mengkaji rencana penataan pedagang kaki lima atau PKL di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang.

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat kini telah menertibkan para pedagang agar tak menghalangi jalan di dekat pusat perbelanjaan Grand Indonesia dan Hotel Grand Hyatt.

    "Sedang dalam kajian dan gambarnya juga sedang dikerjakan," kata dia saat dihubungi, Minggu, 31 Januari 2021.

    Baca juga : Jakarta Pusat Bakal Tata PKL yang Menjamur di Kawasan Kebon Kacang, Caranya?

    Irwandi memaparkan, tamu dari luar negeri akan menginap di Hotel Grand Hyatt pada 4-7 Februari 2021. Warga juga banyak melaporkan bahwa PKL telah menghalangi akses jalan di sekitaran pusat perbelanjaan Grand Indonesia dan Plaza Indonesia.

    Karena itulah, pemerintah memindahkan PKL. Menurut dia, lapak pedagang dipindahkan ke Jalan Kebon Kacang 30, Tanah Abang untuk sementara sembari menunggu desain penataan rampung.

    "Kalau saya keluarin semua, kemana pedagang. Kasian juga orang cari makan," ucap dia.

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendapati sekitar 200 PKL yang mendominasi jalan-jalan di Kebon Kacang. Mereka kerap membuka lapak di trotoar ataupun badan jalan di sekitar pusat perbelanjaan, seperti Grand Indonesia dan Plaza Indonesia.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.