Banjir 1,5 Meter di RW 05 Kelurahan Cawang Tak Kunjung Surut

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaHujan deras yang mengguyur hingga pagi ini, Senin, 8 Februari 2021, mengakibatkan sejumlah wilayah di DKI Jakarta kebanjiran. Salah satu wilayah yang banjir adalah RT 09, 10, 11, dan 12 RW 05, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Seorang warga bernama Nuriyah, 43 tahun, mengatakan air dari Kali Ciliwung yang melintas di samping permukiman mereka mulai naik dari pukul 05.00 WIB. “Tinggi air sekarang sekitar 1,5 meter,” kata Nuriyah saat ditemui di lokasi banjir.

    Baca: Banjir Setinggi Dua Meter Rendam Gang Buntu Pejaten Timur Siang Ini

    Air hingga kini tak kunjung surut. Di lokasi telah hadir petugas Badan SAR Nasional alias Basarnas, kepolisian, dan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum atau PPSU setempat. Mereka beberapa kali masuk ke area banjir menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga.

    Hasan Basri, petugas PPSU Kelurahan Cawang, mengatakan warga yang kebanjiran mengungsi ke dua lokasi, yaitu musala Universitas Binawan, Jalan Raya Kalibata; serta rumah kosong yang berada tepat di seberang gapura Gang H. Maliki, Cawang, Jakarta Timur.

    Menurut Hasan, di musala Universitas Binawan terdapat sekitar 200 orang yang mengungsi, sisanya, 5  2 orang mengungsi di rumah kosong. Meski begitu, masih ada warga yang bertahan di lantai dua rumahnya. “Warga yang mengungsi juga ada yang bolak-balik ke rumahnya. Kami sediakan perahu karet.”

    Hasan menduga air tak kunjung surut lantaran Pintu Air Manggarai belum dibuka. Banjir bisa menjadi semakin parah manakala Bendung Katulampa, Bogor, yang kini masih ditutup dibuka. Menurut Hasan, bantuan berupa nasi kotak dan minuman telah disalurkan oleh Kelurahan Cawang kepada warga.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.