Wali Kota Bekasi: Menolak Vaksin, Kalau Positif Jangan Menyusahkan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menunjukkan hasil vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 14.060 vaksin pada tahap awal untuk diberikan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia khususnya Kota Bekasi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menunjukkan hasil vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 14.060 vaksin pada tahap awal untuk diberikan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia khususnya Kota Bekasi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta warganya tidak menolak program vaksinasi massal Covid 19. Sebab, vaksin itu bisa memberikan kekebalan untuk melawan virus corona ketika masuk ke dalam tubuh manusia.

    "Warga yang tidak mau vaksin itu rugi, apalagi yang melakukan hoax," ujar Rahmat kepada wartawan di Stadion Patriot Chandrabaga, Senin, 15 Februari 2021.

    Baca: Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi Sudah Penuh, Wali Kota Bekasi Bilang Ini

    Rahmat sudah dua kali menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Sejauh ini, ia mengaku tidak mengalami efek di luar normal. Ia menjadi orang pertama di wilayahnya karena memberi contoh bahwa vaksinasi merupakan langkah pemerintah menghentikan pandemi Covid 19.

    "Saya yang sudah divaksin saja bersyukur, karena sudah percaya diri," kata Rahmat.

    Vaksin Sinovac, kata dia, sudah melalui uji klinis. Efikasinya, menurut dia, mencapai 65 persen. Artinya, imun tubuh untuk menangkap virus Covid-19 sudah mencapai angka dominan. Karena itu, masyarakat tidak perlu takut akan vaksinasi massal. Sekarang vaksinasi itu baru menyasar tenaga kesehatan.

    "Tidak ada sanksi (menolak vaksin), tapi kalau ada apa-apa, nanti jangan menyusahkan." Misalnya, orang yang menolak vaksin tiba-tiba terkonfirmasi positif Covid 19. Pasien disertai komorbid, meminta pelayanan ICU yang jumlahnya terbatas.

    Wali Kota Bekasi menganggap orang menolak vaksin merugi karena itu demi kesehatannya sendiri. "Padahal, pemerintah sudah memberikan proteksi baik melakukan sosialisasi protokol kesehatan juga melakukan suntik vaksin."

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Temuan Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

    Migrant Care mengungkap kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat, Sumatera Utara. Diduga digunakan untuk menyekap 40 pekerja.