Gawat, Positif Covid-19 Karawang Meroket 400 Kasus Sehari Akibat Klaster Banjir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencuci pakaian dan perabotan di dekat bangunan yang hancur tergerus arus banjir di Karangligar, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Kamis 25 Februari 2021. Banjir yang melanda Kabupaten Karawang sejak Jumat (19/5) akibat meluapnya Sungai Citarum dan Cibeet itu masih merendam sejumlah pemukiman warga di Desa Karangligar dengan ketinggian air mencapai 30-100 cm, namun warga mulai membersihkan rumah dan barang-barang mereka. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Warga mencuci pakaian dan perabotan di dekat bangunan yang hancur tergerus arus banjir di Karangligar, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Kamis 25 Februari 2021. Banjir yang melanda Kabupaten Karawang sejak Jumat (19/5) akibat meluapnya Sungai Citarum dan Cibeet itu masih merendam sejumlah pemukiman warga di Desa Karangligar dengan ketinggian air mencapai 30-100 cm, namun warga mulai membersihkan rumah dan barang-barang mereka. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Karawang -Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat  Acep Jamhuri menyatakan kasus positif Covid-19 di daerah itu  meningkat hingga terjadi penambahan 400 kasus dalam sehari menyusul munculnya klaster banjir di daerah tersebut.

    "Penambahan warga Karawang yang terkonfirmasi positif Covid-19 cukup signifikan pada Kamis 4 Maret 2021, hingga mencapai 400 kasus dalam sehari," katanya di Karawang, Jumat malam, 5 Maret 2021.

    Ia menjelaskan bahwa setelah banjir surut di Karawang pihaknya langsung melakukan rapid test antigen di sejumlah wilayah banjir yang dilakukan oleh Satgas COVID-19 di daerah itu.

    Dari hasil tes cepat antigen tersebut diketahui terdapat penambahan kasus positif Covid-19 hingga puncaknya terjadi pada Kamis 4 Maret 2021 yang mencapai 400 orang.

    Baca juga : Epidemiolog Guyon Virus Corona Berterima Kasih Kepada Indonesia...

    "Kami sebelumnya sudah mewaspadai banjir di Karawang yang berpotensi meningkatkan pasien COVID-19. Karena saat banjir terjadi kerumunan dan sulit dikendalikan. Begitu juga di tempat pengungsian, meski sudah kita atur tapi kerumunan tetap terjadi. Apalagi pengungsi banyak mengabaikan protokol kesehatan," katanya.

    Ia mengatakan hingga kini pihaknya masih terus melakukan tes cepat antigen di wilayah bekas kebanjiran. Namun karena keterbatasan tenaga, maka dilakukan secara bertahap.

    "Banjir kemarin cukup luas, terjadi di sekitar 17 kecamatan. Kami kesulitan jika melakukan rapid antigen secara serentak. Apalagi kami masih menangani klaster industri, jadi cukup repot, " kata Acep Jamhuri.

    Sementara itu, pada Jumat ini total konfirmasi positif COVID-19 di Karawang mencapai 13.301 orang. Dibandingkan sehari sebelumnya terjadi penambahan 398 orang.

    Dari jumlah total konfirmasi positif Covid-19 itu, sebanyak 803 orang di antaranya masih dirawat, 395 orang meninggal, dan 12.103 orang dinyatakan sembuh. 

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.