Polisi Sebut Eks Pegawai KPK yang Curi Emas 1,9 Kg Tenaga Sipil

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean bersama anggota Dewan Pengawas, Syamsuddin Haris (kedua kanan), Haryono (kanan) dan Juru bicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati (kiri), memberikan keterangan kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pegawai KPK berinisial IGA resmi dipecat dengan tidak hormat karena terbukti mencuri barang bukti 1,9 kilogram emas. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK berinisial IGAS yang diduga mencuri barang bukti emas batangan seberat 1,9 kilogram merupakan tenaga sipil, bukan dari unsur Polri atau Kejaksaan.

Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Azis Andriansyah mengatakan saat ini penyidik tengah mendalami kasus ini. Menurut Azis saat ini pelaku dan barang bukti masih dalam penanganan KPK.

"Laporan tersebut kami tangani sesuai prosedur, namun tetap koordinasi dengan KPK," ujar dia.

Sebelumnya menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Jimmy Christian Samma kasus ini masih dalam penyelidikan. "Sedang diselidiki," kata dia kemarin.

Baca juga: Terbelit Utang Forex, Pegawai KPK Nekat Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg

Jimmy mengatakan, penyidik belum menetapkan status terduga pelaku pencurian emas di KPK itu.

Pencurian emas yang merupakan barang bukti KPK itu diungkap oleh Ketua Dewan Pengawas Tumpak H Panggabean. Ia menyebut IGAS sudah dipecak secara tidak hormat setelah melakukan pencurian. Kasus ini menurut Tumpak sudah dibawa ke ranah pidana atau dilaporkan ke kepolisian.

IGAS diduga mencuri barang bukti milik KPK itu untuk kepentingan pribadinya membayar utang.






Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

18 detik lalu

Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

Kapolri mengatakan penyiapan personel untuk membantu KPK menangkap Lukas Enembe itu adalah upaya Polri mendukung pemberantasan korupsi.


KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Tujuh Saksi dalam Kasus Suap Rektor Unila

1 jam lalu

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Tujuh Saksi dalam Kasus Suap Rektor Unila

KPK jadwalkan ulang pemeriksaan tujuh saksi dalam kasus suap Rektor Unila. Mereka tidak hadir dalam pemeriksaan hari kamis kemarin


KPK Dalami Arahan Rektor Unila Nonaktif Soal Seleksi Tertutup Mahasiswa Baru

1 jam lalu

KPK Dalami Arahan Rektor Unila Nonaktif Soal Seleksi Tertutup Mahasiswa Baru

KPK memeriksa empat orang saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang menyeret Rektor Unila Karomani.


Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

3 jam lalu

Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

Pengertian dari restorative justice tertuang di dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020


Jadi Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak Punya Harta Rp 8,9 Miliar

7 jam lalu

Jadi Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak Punya Harta Rp 8,9 Miliar

Johanis Tanak terakhir kali melaporkan hartanya pada 14 April 2022. Kala itu jabatannya adalah jaksa fungsional menjelang pensiun.


Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar Melakukan KDRT, Apa Hukumannya?

8 jam lalu

Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar Melakukan KDRT, Apa Hukumannya?

Perbuatan Rizky Billar terhadap Lesti Kejora bisa dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.


Dear Leslar, Laporan Lesti Kejora Alami KDRT dari Rizky Billar Itu Bukan Prank...

9 jam lalu

Dear Leslar, Laporan Lesti Kejora Alami KDRT dari Rizky Billar Itu Bukan Prank...

Akun-akun penggemar Lesti Kejora - Rizky Billar meminta anggotanya berbaik sangka tidak ada kekerasan dalam rumah tangga di idola mereka.


Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

10 jam lalu

Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Beralasan sakit.


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

20 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

21 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Paulus Waterpauw mengusulkan ke KPK untuk tidak memberi izin Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.