Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eks Warga Kampung Bayam Sebut Komnas HAM Akan Terlibat Dalam Mediasi Sengketa Rusun

Reporter

Editor

Febriyan

image-gnews
Warga Rusun Kampung Bayam di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, rapat untuk pilihan pindah dari rusun dengan syarat Ketua Kelompok Petani Kampung Bayam Madani Muhammad Furqon dibebaskan dari penjara Polres Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Warga Rusun Kampung Bayam di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, rapat untuk pilihan pindah dari rusun dengan syarat Ketua Kelompok Petani Kampung Bayam Madani Muhammad Furqon dibebaskan dari penjara Polres Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Eks warga Kampung Bayam yang menempati rumah susun di sisi utara Jakarta Internasional Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada akhirnya bersedia pindah ke hunian sementara. Mereka pun mengharapkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terlibat dalam mediasi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Taufik Rahman, salah satu warga, mengatakan Komnas HAM sebelumnya sudah terlibat dalam mengadvokasi nasib mereka. Akan tetapi upaya Komnas HAM itu tak digubris oleh Jakpro yang justru melaporkan mereka ke kepolisian.

"Mengapa Komnas HAM sudah melayangkan surat perlindungan hukum kepada warga Kampung Bayam Madani tapi tidak digubris," ujar Taufik saat ditemui di Rusun Kampung Bayam, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024.

Mediasi antara warga dan Jakpro, menurut Taufik, akan dijembatani Komnas HAM. Mediasi itu rencananya akan digelar pada  1 Juni 2024. Sebelumnya pada 1 April 2024, Taufik bertutur, sudah ada upaya mediasi antara warga, JakPro, dan penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Akan tetapi keesokan harinya  Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon, ditangkap dan dipenjarakan oleh Polres Jakarta Utara.  

Taufik menyatakan dalam mediasi itu mereka tetap akan menuntut agar bisa menempati Rusun Kampung Bayam. Jika mediasi itu mentok, dia menyatakan, mereka akan mengajukan gugatan ke pengadilan.  "Saat mediasi berjalan, kami akan menggugat di pengadilan," kata Taufik. 

Taufik mengatakan, mereka akan menunjukkan berbagai dokumen yang dapat membuktikan bahwa rumah susun itu dibangun untuk warga. "Biar tahu di mana letak salahnya, warga atau pihak pengembang (Jakpro)," tutur dia.

Taufik bercerita, bahwa awalnya warga di rumah susun digeruduk oleh petugas keamanan yang dikirim Jakpro. "Sebelum negosiasi ini, kami juga tidak tahu. Tiba-tiba aparat dari Jakpro, sekuriti, Satpol PP, TNI, kepolisian ramai," tutur Taufik. Saat itu, warga diminta untuk meninggalkan rumah susun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saat Jakpro memaksa warga tinggalkan Rusun Kampung Bayam, di situ warga merespons. Adu fisik berupa saling dorong terjadi. "Tiba-tiba chaos, kami sempat tarik ulur dengan sekuriti di lorong ini. Sekuriti jatuh, dari kami perempuan-perempuan jatuh, satu korban kakinya berdarah," tutur dia.

Seperti diketahui, Rusun Kampung Bayam dibangun di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies saat itu berjanji warga yang tergusur dalam proyek pembangunan Stadion JIS akan mendapatkan hunian di sana. Proyek pembangunan rusun itu dikerjakan oleh PT Jakpro yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Akan tetapi, hingga Anies lengser, warga masih belum dapat menempati rusun tersebut meskipun sudah mendapatkan nomor unit. Masalahnya, PT Jakpro sebagai pengelola mematok harga sewa yang dianggap warga terlalu tinggi. 

Warga meminta agar harga sewa sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan. Dalam aturan itu, menurut warga, harga sewa Rusun Kampung Bayam seharusnya hanya Rp 372 ribu per bulan, akan tetapi PT JakPro mematok harga Rp 750 ribu per bulan. 

Pj Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, pun sempat menyatakan akan merelokasi warga eks Kampung Bayam ke wilayah Priok, Jakarta Utara. Dia menyatakan Pemprov DKI Jakarta sedang membangun rusun baru untuk warga eks Kampung Bayam di sana. 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Komnas HAM Ajukan Tambah Anggaran Rp 37,15 Miliar pada 2025, Termasuk untuk Kawal Pembangunan IKN

6 jam lalu

Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro (kiri) dan Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Pemantauan Pemilu 2024 Pramono Ubaid Tanthowi (kanan) bersiap menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait persoalan HAM selama Pemilu 2024 di Jakarta, Rabu, 21 Februari 2024. Berdasarkan pantauan pada penyelenggaraan Pemilu 2024 di 14 provinsi, Komnas HAM menemukan sejumlah pelanggaran HAM. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Komnas HAM Ajukan Tambah Anggaran Rp 37,15 Miliar pada 2025, Termasuk untuk Kawal Pembangunan IKN

Komnas HAM memiliki sejumlah strategi dalam mengawal pembangunan IKN.


4 Hal Seputar Anies Baswedan Kunjungi Markas DPW PKB Jakarta Hari Ini

6 jam lalu

Anies Baswedan memberikan sambutan saat bersilaturahmi ke DPW PKB, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
4 Hal Seputar Anies Baswedan Kunjungi Markas DPW PKB Jakarta Hari Ini

Hari ini Anies mengunjungi DPW PKB Jakarta usai dideklarasikan untuk maju sebagai calon Gubernur Jakarta.


Kenakan Batik Berkelir Hijau, Anies Tiba di Markas DPW PKB Jakarta

9 jam lalu

Mantan Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan usai acara Jumpa Partai Kemerdekaan Rakyat di Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Mei 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Kenakan Batik Berkelir Hijau, Anies Tiba di Markas DPW PKB Jakarta

Anies tiba sekitar pukul 12.57 WIB dengan diiringi sambutan hangat pengurus teras DPW PKB.


Anies Baswedan Bakal Sambangi Kantor DPW PKB Jakarta Siang ini

12 jam lalu

Mantan paslon nomor urut 01 di pilpres 2024, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (tengah), usai halal bihalal dan pembubaran Timnas AMIN di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Selasa, 30 April 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Anies Baswedan Bakal Sambangi Kantor DPW PKB Jakarta Siang ini

DPW PKB Jakarta mendeklarasikan dukungan kepada Anies untuk maju sebagai calon Gubernur Jakarta 2024.


Terima Laporan Staf Hasto, Komnas HAM Pastikan Tidak Intervensi KPK

14 jam lalu

Kusnadi (tengah) dan tim kuasa hukumnya melaporkan penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Komnas HAM perihal dugaan pemeriksaan dan penyitaan barang yang diduga menyalahi prosedur, Rabu, 12 Juni 2024. Tempo/Jihan
Terima Laporan Staf Hasto, Komnas HAM Pastikan Tidak Intervensi KPK

Pelapor meminta Komnas HAM memanggil pimpinan KPK, penyidik KPK Rossa Purbo Bekti, hingga Kapolri dan kuasa hukum Hasto yang mengetahui peristiwa itu.


Potensi Anies Baswedan Bersama PDIP di Pilkada Jakarta 2024, Reuni Seperti 10 Tahun Lalu

14 jam lalu

Anies Baswedan saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal dengan PKL dan warga kampung Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di Kampung Marlina, Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara pada Ahad, 19 Mei 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Potensi Anies Baswedan Bersama PDIP di Pilkada Jakarta 2024, Reuni Seperti 10 Tahun Lalu

Dukungan PDIP kepada Anies Baswedan di Pilkada Jakarta berpotensi mengulang kedua pihak dalam satu perahu.


Cerita Versi Kusnadi, 3 Jam Diperiksa oleh Penyidik KPK Ihwal Keberadaan Harun Masiku

17 jam lalu

Anggota Tim Hukum Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menunjukkan foto saat melaporkan penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Dewan Pengawas KPK di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2024. Rossa Purbo Bekti dilaporkan ke Dewas KPK terkait penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang dari staf Hasto Kristiyanto, Kusnadi saat Sekjen PDI Perjuangan itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat mantan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku, pada Senin (10/6). TEMPO/Imam Sukamto
Cerita Versi Kusnadi, 3 Jam Diperiksa oleh Penyidik KPK Ihwal Keberadaan Harun Masiku

Kusnadi Diperiksa 3 Jam, meski bukan saksi. Salah satu pertanyaan yang ditanyakan penyidik KPK adalah perihal Harun Masiku.


Staf Hasto Kristiyanto Ajukan Laporan ke Komnas HAM Soal Penyitaan Ponsel Oleh KPK

1 hari lalu

Anggota Tim Hukum Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat melaporkan penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Dewan Pengawas KPK di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2024. Rossa Purbo Bekti dilaporkan ke Dewas KPK terkait penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang dari staf Hasto Kristiyanto, Kusnadi saat Sekjen PDI Perjuangan itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat mantan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku, pada Senin (10/6). TEMPO/Imam Sukamto
Staf Hasto Kristiyanto Ajukan Laporan ke Komnas HAM Soal Penyitaan Ponsel Oleh KPK

Staf Hasto Kristiyanto mengajukan laporan ke Komnas HAM soal penyitaan oleh KPK.


Alasan PKB Umumkan Dukungan ke Anies Saat Muhaimin Naik Haji

1 hari lalu

Bakal Calon Presiden Anies Baswedan (kedua kiri) berbincang dengan Bakal Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum PKB Hanif Dhakiri (kiri), dan Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid (kanan) saat menggelar pertemuan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin, 11 September 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
Alasan PKB Umumkan Dukungan ke Anies Saat Muhaimin Naik Haji

PKB mengumumkan dukungan ke Anies Baswedan sebagai calon gubernur di pilkada Jakarta saat Muhaimin naik haji. Diklaim tak melanggar prosedur partai.


Alasan Pakar Sebut Anies Baswedan Berpeluang Diusung PDIP-PKS di Pilgub Jakarta

1 hari lalu

Anies Baswedan saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal dengan PKL dan warga kampung Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di Kampung Marlina, Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara pada Ahad, 19 Mei 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Alasan Pakar Sebut Anies Baswedan Berpeluang Diusung PDIP-PKS di Pilgub Jakarta

Anies Baswedan berpotensi menang di Pilgub Jakarta bila PDIP dan PKS berkoalisi mengusungnya.