Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak Masuknya 32 WNA India, Sebab...

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencegah masuk 32 warga India setelah dilakukan pengetatan penerbangan asal negara yang kini dilanda Tsunami Covid-19 gelombang dua itu. Dok istimewa

TEMPO.CO, Tangerang-Petugas Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta menolak masuk 32 WNA India yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

"Mereka kami tolak karena tidak memenuhi persyaratan masuk ke Indonesia," ujar Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Romi Yudianto kepada TEMPO, Sabtu 24 April 2021.

Romi mengatakan rombongan warga India itu menumpang pesawat Emirat tujuan India-Dubai-Jakarta yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jumat petang 23 April pukul 17.00.

Puluhan warga India itu datang ke Indonesia dengan berbagai tujuan seperti akan berbisnis dan ada juga yang akan berinvestasi. Selain alasan syarat mereka tidak terpenuhi masuk Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta telah memperketat  pengawasan  penerbangan dan warga India.

Pengetatan dilakukan mengingat negara itu  tengah dilanda 'Tsunami Covid-19' dalam dua bulan terakhir. Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan mutasi ganda.

Ketua Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Pas M.A Silaban (TNI AU) mengatakan pengawasan secara ketat telah dilakukan terhadap kedatangan penumpang rute internasional khususnya  pesawat dari India di Bandara Soekarno-Hatta.

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencegah masuk 32 warga India setelah dilakukan pengetatan penerbangan asal negara yang kini dilanda Tsunami Covid-19 gelombang dua itu. Dok istimewa

“Prosedur ketat sudah diberlakukan terhadap penumpang pesawat rute internasional yang tiba dari negara lain termasuk dari India," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 23 April 2021.

Silaban menegaskan, tidak seluruh penumpang dari luar negeri dapat masuk ke Indonesia. Yang boleh masuk ke wilayah Indonesia adalah mereka yang memenuhi persyaratan antara lain membawa surat keterangan tes PCR yang masih berlaku, memiliki KITAS, KITAP, dan kemudian mereka harus langsung melakukan karantina.

Menurut dia, penumpang pesawat rute internasional yang tiba di Indonesia dilakukan pengawasan mulai dari bandara hingga proses karantina, sehingga diharapkan tidak ada kekhawatiran. " Stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta berkoordinasi untuk memastikan prosedur dijalankan dengan ketat."

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta dr. Darmawali Handoko mengatakan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat instruksi kepada Kepala Kantor Pelabuhan di seluruh Indonesia terkait Peningkatan Pengawasan Kedatangan Pelaku Perjalanan dari Negara India.

“KKP akan melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan terkait jadwal kedatangan penumpang pesawat secara langsung maupun transit dari India dalam kurun waktu 14 hari. Semua WNI atau WNA yang datang dari India harus dalam keadaan sehat.”

Menurut Darmawali, WNI atau WNA yang datang dari India harus membawa hasil pemeriksaan Swab RT PCR dengan hasil negatif yang berlaku 3 x 24 jam saat keberangkatan dari India. "Kemudian dilakukan karantina selama 5 x 24 jam, serta dilakukan swab RT-PCR pada saat kedatangan dan pada akhir karantina atau hari ke-5,” ujar Darmawali Handoko.

JONIANSYAH HARDJONO

Baca juga : KTT ASEAN di Jakarta, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.382 Personel Pengamanan






Polisi India Tangkap Dalang Pembunuhan Pendukung Penghina Nabi Muhammad

1 hari lalu

Polisi India Tangkap Dalang Pembunuhan Pendukung Penghina Nabi Muhammad

Polisi India menangkap sosok di balik pembunuhan seorang penjahit Hindu, yang diduga membuat postingan media sosial mendukung pernyataan menghina terhadap Nabi Muhammad


Pasien Covid-19 Jakarta Hari Ini Naik 983 Orang

1 hari lalu

Pasien Covid-19 Jakarta Hari Ini Naik 983 Orang

Total pasien Covid-19 yang masih dirawat atau menjalani isolasi adalah 9.363 orang.


Partai Buruh Indonesia Kutuk Keras Tewasnya Ratusan Buruh Migran di Sabah Malaysia

3 hari lalu

Partai Buruh Indonesia Kutuk Keras Tewasnya Ratusan Buruh Migran di Sabah Malaysia

Partai Buruh Indonesia akan membawa kasus terkait ratusan buruh migran meninggal di Sabah Malaysia ke Mahkamah Internasional dan Dewan HAM PBB.


6 Benteng Termegah di Dunia, Ada yang Dibangun Sebelum Masehi

4 hari lalu

6 Benteng Termegah di Dunia, Ada yang Dibangun Sebelum Masehi

Benteng juga menjadi tempat penyimpanan senjata, tahanan, dan tempat tinggal para tentara. kadang kala dibuat megah bak istana.


Menkumham: Visa Second Home Beri Kesempatan WNA Lansia Menetap di Indonesia

4 hari lalu

Menkumham: Visa Second Home Beri Kesempatan WNA Lansia Menetap di Indonesia

Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan visa second home memberikan kesempatan kepada warga negara asing (WNA) termasuk lansia menetap di Indonesia


Kenali Varian Bakso di Berbagai Negara, dari Afganistan sampai Belanda

4 hari lalu

Kenali Varian Bakso di Berbagai Negara, dari Afganistan sampai Belanda

Tahukah Anda ternyata bakso tersebar di penjuru dunia dengan nama dan varian yang berbeda? Di Spanyol disebut albondigas, di India menjadi kofta.


SUV Hyryder Rilis di India 1 Juli 2022, Toyota Astra Motor Bicara

4 hari lalu

SUV Hyryder Rilis di India 1 Juli 2022, Toyota Astra Motor Bicara

Toyota India akan meluncurkan SUV baru, yakni Toyota Hyryder pada 1 Juli 2022. SUV baru ini hasil kerjasama Toyota dengan Suzuki untuk pasar India.


149 WNI Tewas di Rutan Imigrasi Sabah, Mendagri Malaysia: Kadang Orang Mati Saat Berjalan

4 hari lalu

149 WNI Tewas di Rutan Imigrasi Sabah, Mendagri Malaysia: Kadang Orang Mati Saat Berjalan

Mendagri Malaysia menanggapi laporan kematian WNI di tahanan imigrasi Sabah, dengan mengatakan bahwa orang tidak boleh terlalu cepat menuding.


Dua Pria Muslim India Penggal Penjahit Hindu yang Hina Nabi Muhammad

5 hari lalu

Dua Pria Muslim India Penggal Penjahit Hindu yang Hina Nabi Muhammad

Korban, penjahit bernama Kanhaiya Lal, mengunggah dukungan terhadap politikus India, Nupur Sharma, yang menghina Nabi Muhammad


Penangkapan Jurnalis Muslim India Picu Kemarahan Baru

6 hari lalu

Penangkapan Jurnalis Muslim India Picu Kemarahan Baru

Mohammed Zubair, jurnalis muslim India, yang pertama menyoroti penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh juru bicara BJP, Nupur Sharma