Rizieq Shihab Tutup Pesantrennya Satu Tahun, Wali Santri Tak Bisa Besuk

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi Pengadilan pada Kamis, 22 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana sidang kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi Pengadilan pada Kamis, 22 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Jakarta - Pendiri Pondok Pesantren Markaz Syariah Argokultural, Rizieq Shihab mengatakan menutup total  pesantren pada 2020. Penutupan pesantren di Desa Kuta, Megamendung, Bogor, Jawa Barat itu untuk menghindari penularan Covid-19.   

    "Selama satu tahun ini pondok lockdown. Tidak boleh terima tamu, bahkan orangtua santri," kata Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 29 April 2021. Rizieq 
    menyampaikannya untuk membantah dakwaan jaksa penuntut umum yang menyebut ada kerumunan di Megamendung, termasuk salah satunya di dalam pondok pesantren.

    Rizieq mengatakan kerumunan hanya terjadi di kawasan sekitar Gadog saja, tidak sampai masuk ke dalam kawasan pesantren. 

    Kepala Desa Kuta, Kusnadi, yang menjadi saksi dalam persidangan itu mengatakan kerumunan terjadi dengan tiba-tiba dan tak ada yang mengkomando. "Tidak ada panitianya, kurang lebih itu spontan masyarakat," ujar Kusnadi di ruang persidangan. 

    Hari ini Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali menggelar sidang kasus kerumunan di Megamendung dengan terdakwa Rizieq Shihab. Hingga siang ini, sudah ada empat  saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum. Mereka memberikan kesaksian dalam dua gelombang. 

    Pertama, saksi-saksi yang diperiksa ada dua saksi. Mereka adalah Kusnadi, Kepala Desa Kuta, tempat Pondok Pesantren Markaz Syariah dan M. Sumarno, Ketua RT 01, kampung Babakan, Kuta.

    Selain itu ada pula saksi ahli untuk sidang Rizieq Shihab, yakni Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Hariadi Wibisono dan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Panji Fortuna.

    Baca: Pesantren Rizieq Shihab, Kepala Desa Akui Lahan Bukan Serobotan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.