Fakta Pasar Tanah Abang: Pengunjung Berjubel Berbuntut Pembatasan Kapasitas

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat tampak lengang hari ini, Senin, 3 Mei 2021. TEMPO/Lani Diana

    Situasi Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat tampak lengang hari ini, Senin, 3 Mei 2021. TEMPO/Lani Diana

    Jakarta – Pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyemut pada akhir pekan, 1-2 Mei lalu. Pengunjung membeli serba-serbi pakaian untuk menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah pengunjung mencapai 87 ribu. Angka itu jauh melampaui jumlah pengunjung dalam kondisi normal. "Biasanya sekitar 35 ribu orang," kata  Anies, Ahad, 2 Mei 2021.

    Kerumunan di Pasar Tanah Abang menyebabkan protokol kesehatan sulit terjaga di tengah pandemi Covid-19. Situasi ini berbuntut pada pemberlakuan kebijakan terbaru, seperti pembatasan kapasitas pengunjung Pasar Tanah Abang hingga rekayasa jalur angkutan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

    Berikut sejumlah fakta yang dihimpun dari peristiwa  itu:

    1. Anies inspeksi mendadak

    Anies melakukan insp eksi mendadak sesaat setelah memperoleh informasi adanya kerumunan di Pasar Tanah Abang. Dalam kunjungan itu, dia meminta masyarakat yang hendak berbelanja tak menumpuk di Pasar Tanah Abang.

    Anies mengatakan ada banyak pasar atau pusat belanja lain di Ibu Kota yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. "Bila mau berbelanja tentukan lokasi yang tidak penuh dan lebih longgar. Sehingga kita bisa bersama-sama mencegah kerumunan," tutur Anies.

    1. Penjagaan diperketat

    Kepala Polsek Metro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Singgih Hermawan mengatakan penjagaan di kawasan Pasar Tanah Abang diperketat mulai Senin, 3 Mei 2021. Pengetatan dilakukan tak hanya di sekitar pasar, tapi sampai Stasiun Tanah Abang.

    “Itu semua bergabung tiga pilar TNI Polisi, Satpol PP, jumlahnya 670-an orang," ujar Singgih. Ratusan personel akan disebar ke tiga posko untuk mengawasi Blok A sampai G Pasar Tanah Abang.

    Seluruh personel, kata Singgih, akan berjaga di 17 pintu masuk. Mereka akan mengecek suhu tubuh pengunjung dan penggunaan masker. "Kami lihat kadang pengunjung pakai masker, cuma tidak benar makainya."

    1. Pembatasan kapasitas pengunjung dan jam operasi

    BUMD Perumda Pasar Jaya membatasi jumlah kapasitas maksimal 50 persen dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat. Pasar Jaya menyiapkan posko di sejumlah lokasi. Jam beroperasi pun diperpendek.

    Toko yang berada di lantai ganjil tutup pukul 16.00 WIB. Sedangkan yang berada di lantai genap tutup pukul 17.00 WIB. Pengetatan pengawasan aktivitas pengunjung pasar tidak hanya dilakukan di Pasar Tanah Abang, tapi juga di seluruh pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya.

    1. KRL tak berhenti di Stasiun Tanah Abang

    PT KAI Commuter turut mencegah adanya kerumunan di Pasar Tanah Abang dengan meniadakan layanan kereta rel listrik atau KRL di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. Pengaturan rekayasa angkutan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. KAI sebelumnya mencatat penumpang yang masuk di Stasiun Tanah Abang untuk menggunakan KRL hingga pukul 17.00 WIB sebanyak 37.349 pengguna pada Ahad, 2 Mei 2021.

    Baca: Pasar Tanah Abang Dibuka dengan Pembatasan Pengunjung 50 Persen

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ADAM PRIREZA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H