Tangerang Siapkan 36 Ribu Dosis untuk Vaksinasi Covid-19 Setelah Lebaran

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol kecil berlabel stiker

    Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan akan melanjutkan lagi vaksinasi Covid-19 untuk petugas pelayanan publik di antaranya tenaga pendidik dan lanjut usia setelah masa libur lebaran selesai.

    "Sekarang kita mulai lagi, sebab kemarin berhenti dahulu karena libur lebaran," katanya di Tangerang, Senin, 17 Mei 2021.

    Arief mengatakan saat ini tersedia 36 ribu dosis vaksin yang siap digunakan untuk vaksinasi Covid-19.

    Menurut Arief, sasaran vaksinasi sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan yaitu para lansia dan tenaga pendidik. "Khusus untuk lansia, menjadi keutamaan sebab angka kematian karena Covid-19 sangat tinggi. Maka itu kita mengimbau kepada lansia untuk bisa mengikuti vaksinasi ini," katanya.

    Sedangkan vaksinasi untuk tenaga pendidik adalah bagian dari persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021. "Kegiatan vaksinasi Covid-19 usai lebaran akan kembali dilanjutkan dengan sasaran guru dan tenaga pelayanan publik lainnya," ujar Kepala Bagian Protokol dan Pimpinan Kota Tangerang Buceu Gartina.

    Buceu mengatakan jumlah warga Kota Tangerang yang telah mengikuti vaksinasi lengkap hingga saat ini ada 96.789 orang terdiri dari SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

    "Kita terus mengejar target memperbanyak warga yang divaksin," katanya.

    Hingga awal bulan puasa, sudah ada 12 ribu tenaga pendidik yang melakukan vaksinasi Covid-19 secara lengkap. Pemkot Tangerang berharap seluruh tenaga pendidik selesai divaksinasi dalam mempersiapkan kegiatan sekolah tatap muka.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.