JNE Ancam Polisikan Rudi Samin Pembongkar Kuburan Beras Bansos di Depok

Reporter

Kondisi barang yang diduga bansos presiden yang ditimbun di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Minggu, 31 Juli 2022. Di dalam timbunan tanah itu terdapat berkarung-karung beras yang diduga bansos presiden untuk warga terdampak Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan ekspedisi PT Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) tengah mempertimbangkan untuk melaporkan Rudi Samin, orang yang pertama kali membongkar ada kuburan beras bansos di dekat gudang JNE di Depok. 

"Kalian semua sudah tahu lah siapa oknum itu," ujar kuasa hukum JNE Hotman Paris Hutapea saat menggelar konferensi pers di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 4 Agustus 2022.

Hotman tak mau menjelaskan lebih banyak siapa oknum yang ia maksud. Ia menilai oknum tersebut telah memfitnah bahwa JNE melakukan penimbunan beras bansos presiden.

"Padahal tujuan dia (R) adalah memperjuangkan tanah miliknya dia," kata Hotman.

Lebih lanjut Hotman menilai, kasus beras bansos dikubur ini terkesan dibesar-besarkan oleh Rudi Samin. Rudi yang mengaku sebagai pemilik tanah dianggap Hotman mencari perhatian publik.

"Kenapa kasus ini menguat? Ada oknum inisial R yang merasa mengaku pemilik tanah tersebut dan dia sudah lama bermasalah atas tanah tersebut dan akhirnya dia tahu ada beras sudah rusak ditimbun di situ," kata Hotman.

"Itulah dibuka ke permukaan agar viral dan mendapat perhatian," katanya.

Kasus beras bansos dikubur ini sudah dihentikan oleh Polda Metro Jaya karena dinilai tidak ada unsur pidana.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Auliansyah Lubis mengatakan tidak ada kerugian negara dalam kasus ini. "Iya, kasus dihentikan," katanya.

Auliansyah mengungkapkan rusaknya beras bansos ini dikarenakan pada saat diambil dari gudang di Jakarta Timur dan dibawa ke Depok terkena hujan. Ketika akan diberikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) beras tersebut dinilai tidak layak diberikan.

Pihak JNE pun, kata dia, telah mengganti beras bansos yang rusak dan dikubur tersebut. "Jadi saat dikirimkan ke KPM itu tidak layak, sehingga pihak JNE tidak berikan beras yang rusak itu, dan dia sudah mengganti," kata Auliansyah.

Hotman Paris mendukung keputusan Polda Metro yang menghentikan kasus ini. Ini membuktikan tidak adanya unsur pidana dalam kasus penguburan bansos presiden tersebut.

"Jadi sekali lagi tidak ada unsur melawan hukum dalam isu soal beras bantuan presiden yang didistribusikan oleh JNE karena beras yang dikubur itu adalah beras milik JNE, itu beras yang sudah rusak," kata Hotman.

Selanjutnya, JNE  mempertimbangkan untuk melaporkan Rudi Samin yang mengaku sebagai pemilik tanah ke polisi maupun secara perdata karena kasus beras bansos dikubur ini viral dan ramai diberitakan media.

Baca juga: Profil Pembongkar Bansos Dikubur di Depok, Pernah Jadi Caleg hingga Serang Kantor Pengadilan Negeri






Dubes Belanda Ingin Rumah Cimanggis jadi Wisata Sejarah Belanda di Depok

11 jam lalu

Dubes Belanda Ingin Rumah Cimanggis jadi Wisata Sejarah Belanda di Depok

Dubes Lambert Grijns telah mengunjungi Rumah Cimanggis dengan didampingi Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono.


BLT BBM Tahap 2 Mulai Cair, Penyaluran Diselesaikan dalam 10 Hari

14 jam lalu

BLT BBM Tahap 2 Mulai Cair, Penyaluran Diselesaikan dalam 10 Hari

Selain BLT BBM tahap 2 periode November-Desember, Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk triwulan IV.


Muncul Petisi Tuntut Pemkot Depok Soal Polemik SDN Pondokcina 1, Diteken 578 Warganet

3 hari lalu

Muncul Petisi Tuntut Pemkot Depok Soal Polemik SDN Pondokcina 1, Diteken 578 Warganet

Petisi itu mengajak masyarakat turut peduli dengan SD negeri yang telah berdiri sejak tahun 1946 di Kelurahan Pondok Cina Depok tersebut.


Teddy Minahasa Dikonfrontir dengan Dody Prawiranegara Selama 22 Jam

4 hari lalu

Teddy Minahasa Dikonfrontir dengan Dody Prawiranegara Selama 22 Jam

Kuasa hukum Dody Prawiranegara mengatakan mantan Kapolres Bukittinggi itu menjalani pemeriksaan konfrontasi dengan tabah.


Hotman Paris Beberkan Kejanggalan Kasus Sabu Teddy Minahasa

4 hari lalu

Hotman Paris Beberkan Kejanggalan Kasus Sabu Teddy Minahasa

Dari hasil konfrontasi antara Teddy MInahasa dan Dody Prawiranegara hari ini terungkap ada hampir dua kilogram sabu yang diduga hilang.


Hotman Paris Bandingkan Kasus Teddy Minahasa dan Ferdy Sambo

4 hari lalu

Hotman Paris Bandingkan Kasus Teddy Minahasa dan Ferdy Sambo

Hotman Paris mengatakan Dody Prawiranegara tidak bisa berdalih perintah atasan dalam perkara sabu yang melibatkan Teddy MInahasa itu.


Konfrontasi Teddy Minahasa Vs Dody Prawiranegara Perdebatkan Selisih Sabu yang Hilang

4 hari lalu

Konfrontasi Teddy Minahasa Vs Dody Prawiranegara Perdebatkan Selisih Sabu yang Hilang

Hotman Paris mengatakan Teddy Minahasa curiga kalau selisih narkoba jenis sabu tersebut yang beredar tanpa sepengetahuannya.


Irjen Teddy MInahasa Vs AKBP Dody Prawiranegara Dikonfrontasi, Hotman: Mantan Bos dan Anak Buah, tapi...

4 hari lalu

Irjen Teddy MInahasa Vs AKBP Dody Prawiranegara Dikonfrontasi, Hotman: Mantan Bos dan Anak Buah, tapi...

Hotman Paris mengatakan pemeriksaan canggung karena Teddy Minahasa adalah mantan Kapolda Sumatera Barat, atasan AKBP Dody Prawiranegara.


Pemeriksaan Konfrontasi Teddy Minahasa Vs Dody Prawiranegara Cs Digelar Hari Ini

4 hari lalu

Pemeriksaan Konfrontasi Teddy Minahasa Vs Dody Prawiranegara Cs Digelar Hari Ini

Pemeriksaan konfrontasi tersangka perkara sabu Teddy Minahasa Vs Dody Prawiranegara Cs semula dijadwalkan pada Senin lalu.


SDN Pondok Cina 1 jadi Masjid, Wali Kota Depok: Clear, Anggaran Sudah Diteken

4 hari lalu

SDN Pondok Cina 1 jadi Masjid, Wali Kota Depok: Clear, Anggaran Sudah Diteken

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan rencana relokasi dan alih fungsi lahan SDN Pondok Cina 1 menjadi masjid sudah sesuai prosedur