Petugas PPSU Penganiaya Pacar Jadi Tersangka dan Ditahan, Keluarga Korban Sempat Ngamuk

Ilustrasi kekerasan seksual. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Supriadi mengkonfirmasi petugas PPSU Zulpikar telah ditetapkan tersangka dan ditahan. Anggota Penanganan Prasarana Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Rawa Barat itu terekam menendang dan menabrakkan sepeda motor ke pacarnya, Eti, yang juga PPSU.

Tindak kekerasan yang viral itu terjadi di kawasan Kemang Dalam, Senin, 8 Agustus 2022.

"Udah, disangkakan Pasal 351 Juncto 335 KUHP," kata Supriadi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Agustus 2022.

Motif tindak kekerasan yang dilakukan Zulpikar terhadap Eti lantaran cemburu. "Cemburu karena Eti  memuji-muji mantan pacarnya," ucap Kompol Supriadi.

Supriadi mengatakan Eti adalah janda dan Zulpikar berstatus duda. Mereka disebut sudah menjalani hubungan selama setahun. 

Pada saat ini Eti sebagai korban kekerasan telah menjalani visum. Sebelumnya Eti menolak menjalani visum dam melaporkan kekasihnya karena masih cinta. "Sudah divisum, arahan dari keluarga. Keluarga ngamuk di polsek. Anaknya tidak terima," ujarnya.

Pada Rabu pagi, Lurah Rawa Barat Ahmad Baehaqi memecat anggota PPSU itu sesuai perintah Wagub DKI Ahmad Riza Patria. 

Kelurahan Rawa Barat telah mengeluarkan surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap anggota PPSU tersebut.

"Kelurahan Rawa Barat sudah mengambil tindakan tegas dan mengeluarkan surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada yang bersangkutan pada 9 Agustus 2022," kata Ahmad Baehaqi dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Agustus 2022.

Ia membenarkan dugaan tindak kekerasan dilakukan oleh anggota PPSU itu sebagaimana yang beredar dalam video di media sosial pada Senin kemarin.

"Sehubungan dengan beredarnya video tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh petugas PPSU di media sosial, maka dapat kami konfirmasi bahwa yang bersangkutan adalah benar petugas PPSU Kelurahan Rawa Barat," kata Ahmad Baehaqi dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Agustus 2022.

Pemecatan atau putusan PHK terhadap pelaku penganiayaan itu adalah tindak lanjut Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 125/2009 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur No. 212/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan Pasal 23 poin (K).

Petugas PPSU atau penyedia jasa lainnya dapat diputus perikatannya oleh PPK sebelum masa perikatan selesai apabila Penyedia Jasa lainnya menyerang, menganiaya, mengancam atau mengitimidasi teman sekerja atau atasan di luar maupun di dalam lingkungan kerja.

Baca juga:  Petugas PPSU Aniaya Pacar, Anies Baswedan: Diserahkan ke Polisi untuk Ditindak Secara Hukum






Kecelakaan di Lokasi Tambang Milik PT Timah Tewaskan 2 Pekerja, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

1 hari lalu

Kecelakaan di Lokasi Tambang Milik PT Timah Tewaskan 2 Pekerja, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Penyidik Polres Bangka Selatan belum menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya dua orang pekerja di lokasi penambangan milik PT Timah.


Usut Ulang Kasus Mahasiswa UI Tersangka, Kapolda Metro akan Panggil Lagi Keluarga Korban

2 hari lalu

Usut Ulang Kasus Mahasiswa UI Tersangka, Kapolda Metro akan Panggil Lagi Keluarga Korban

Polda Metro Jaya berencana memanggil ulang keluarga mahasiswa UI yang tewas ditabrak.


Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka Dulu, Baru Polisi Bentuk Tim Setelah Diperintahkan Kapolri

2 hari lalu

Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka Dulu, Baru Polisi Bentuk Tim Setelah Diperintahkan Kapolri

Polda Metro Jaya baru membentuk tim untuk mengusut ulang kasus mahasiswa UI yang tewas ditabrak mobil pensiunan polisi.


Kompolnas Usul Dirlantas Polda Metro Jaya Periksa Saksi Ahli untuk Kasus Tabrakan Mahasiswa UI

3 hari lalu

Kompolnas Usul Dirlantas Polda Metro Jaya Periksa Saksi Ahli untuk Kasus Tabrakan Mahasiswa UI

Kompolnas menyarankan supaya ada pemeriksaan dalam kasus mahasiswa UI tewas oleh ahli soal korban yang dibiarkan selama 30 menit dengan luka tabrak.


Bentuk Tim Konsultasi dan Asistensi Kasus Mahasiswa UI Tewas, Kapolda Metro Jaya: Bukan TGPF

3 hari lalu

Bentuk Tim Konsultasi dan Asistensi Kasus Mahasiswa UI Tewas, Kapolda Metro Jaya: Bukan TGPF

Tim ini dibentuk setelah Polda Metro Jaya menerima banyak protes karena mahasiswa UI yang tewas itu ditetapkan sebagai tersangka.


Pengamat Kritik Prematurnya Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak

3 hari lalu

Pengamat Kritik Prematurnya Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak

Pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan, mengkritik penetapan tersangka terhadap mahasiswa UI yang tewas ditabrak mobil pensiunan polisi.


Penemuan Mayat di Saluran Air Jalan Pesanggrahan, Sepeda Motor Korban Terparkir di Jalan

4 hari lalu

Penemuan Mayat di Saluran Air Jalan Pesanggrahan, Sepeda Motor Korban Terparkir di Jalan

Polisi belum bisa memastikan apakah penyebab kematian korban dalam kasus penemuan mayat ini karena sakit atau tindak kriminal.


Polda Metro Jaya Tersangkakan Mahasiswa UI yang Meninggal, NasDem: Abaikan Perintah Kapolri

4 hari lalu

Polda Metro Jaya Tersangkakan Mahasiswa UI yang Meninggal, NasDem: Abaikan Perintah Kapolri

Taufik Basari menilai Polda Metro Jaya mengabaikan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan kasus secara humanis.


Bentuk Tim Cari Fakta Kasus Mahasiswa UI Tewas Jadi Tersangka, Kapolda Metro: Semoga Rasa Keadilan Bisa Diperoleh

4 hari lalu

Bentuk Tim Cari Fakta Kasus Mahasiswa UI Tewas Jadi Tersangka, Kapolda Metro: Semoga Rasa Keadilan Bisa Diperoleh

Kapolda berharap dari kerja tim pencari fakta mahasiswa UI tewas jadi tersangka ini ada rasa keadilan dan keluarga korban mendapat kepastian hukum.


Sebelum Tetapkan Mahasiswa UI Tersangka, Polisi Ajak Keluarga Hasya Damai

5 hari lalu

Sebelum Tetapkan Mahasiswa UI Tersangka, Polisi Ajak Keluarga Hasya Damai

Kepolisian Resor Jakarta Selatan menilai bukti kasus tabrakan mahasiswa UI, Hasya, lemah. Polisi meminta keluarga korban dan penabraknya berdamai.