Pegawai Honorer Pembongkar Korupsi Damkar Depok Dicekik dan Diancam Bunuh

Tenaga honorer petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok Sandi Butar Butar (kanan) didampingi kuasa hukum Razman Arif saat memenuhi panggilan penyidik di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Senin, 26 April 2021. Pemeriksaan tersebut terkait kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pegawai honorer Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Sandi Butar Butar melaporkan atasannya ke kepolisian setelah melakukan tindakan penganiayaan dan ancaman terhadap dirinya.

Sandi mengungkapkan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Selasa pagi 11 Oktober 2022. Saat itu ia hendak melakukan klarifikasi kabar miring yang beredar terhadap dirinya dan keluarga di lingkungan penjinak api Kota Depok itu.

“Saya hendak melakukan konfirmasi ke salah satu pejabat Dinas Damkar karena omongan miring soal orang tua saya, tiba-tiba dia malah ngajakin saya duel,” kata Sandi kepada wartawan, Rabu 12 Oktober 2022.

Sandi mengaku, semenjak dirinya menjadi aktor pembongkar praktik korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, namanya memang kerap menjadi sorotan di lingkungan tim penjinak api tersebut. “Dari dulu si pelaku ini memang enggak senang dengan saya,” kata Sandi.

Sandi mengungkapkan, pelaku ini merupakan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Novendi. Perkelahian antara dirinya dengan Novendi terjadi di kantor DPKP Kota Depok di daerah GDC, Cilodong.

“Saya dicekik dan diancam menggunakan celurit yang sudah dipersiapkan, rekaman CCTV-nya juga ada,” kata Sandi.

Atas kejadian itu, Sandi membuat laporan kepolisian di Polres Metro Depok dengan nomor registrasi STPLP/B/2411/X/2022/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA tertanggal 11 Oktober 2022.

Baca: Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

Viral ungkap korupsi di Damkar Kota Depok

Sandi Butar Butar viral setelah postingan di media sosialnya yang menyebut ada dugaan praktek korupsi di kantor tempatnya bekerja pada April 2021. Sandi mengunggah foto dirinya yang sedang memegang poster berwarna kuning bertuliskan meminta pertolongan kepada Kemendagri dan Presiden RI atas dugaan praktek korupsi pada instansinya berdinas.

“Bapak Kemendagri, tolong untuk tindak tegas pejabat di Dinas Pemadaman Kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 100 persen, banyak digelapkan!” tulis unggahan foto pertama.

Sementara unggahan foto kedua bertuliskan “Pak Presiden Jokowi, tolong usut tindak pidana korupsi Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Depok. #StopKorupsiDamkar.”

Kejaksaan Negeri Depok pun menindaklanjuti keluhan Sandi pada media sosial tersebut dan terbukti, sebanyak tiga orang yakni mantan Sekretaris DPKP AS, seorang ASN pada dinas tersebut WI, dan Bendahara Pengeluaran Pembantu Bidang Pengendalian Operasional DPKP, Acep ditetapkan sebagai terdakwa dan kini tengah menjalani persidangan di PN Tipikor Bandung.

Baca juga: ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

59 menit lalu

Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

Jokowi memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyediakan Ultrasonografi (USG) hingga Antropometri Kit di setiap Puskesmas dan Posyandu


Polda Metro Jaya Pelajari Kasus Bus Transjakarta Diduga Tabrak Lari Pelajar SMK di Ciputat

1 jam lalu

Polda Metro Jaya Pelajari Kasus Bus Transjakarta Diduga Tabrak Lari Pelajar SMK di Ciputat

Polres Tangerang Selatan telah menyerahkan perkara bus Transjakarta diduga tabrak lari siswa SMK ini ke Polda Metro Jaya.


Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

2 jam lalu

Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

Ganjarist menilai pembubaran GP Mania dan penarikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai hal biasa.


Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

2 jam lalu

Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

Presiden Jokowi siang ini memanggil Menteri Koperasi Teten Masduki untuk membicarakan tindak lanjut atas berbagai kasus koperasi bermasalah.


Jokowi Perintahkan Muhadjir Segera Siapkan Bantuan Gempa Turki dan Suriah

3 jam lalu

Jokowi Perintahkan Muhadjir Segera Siapkan Bantuan Gempa Turki dan Suriah

Jokowi menyebut bantuan disiapkan oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, hingg Kementerian Sosial.


Jokowi Dinilai Langgar Hukum Bila Abaikan Upaya Administrasi di Kasus Putusan MK

4 jam lalu

Jokowi Dinilai Langgar Hukum Bila Abaikan Upaya Administrasi di Kasus Putusan MK

Zico menyebut pihaknya masih menunggu itikad baik Jokowi untuk segera merespons permohonannya.


Jokowi Bilang Ancaman Copot Pangdam Kapolda soal Kebakaran Hutan Masih Berlaku

5 jam lalu

Jokowi Bilang Ancaman Copot Pangdam Kapolda soal Kebakaran Hutan Masih Berlaku

Peringatan ini disampaikan karena Jokowi menyebut suhu panas akan mulai naik di akhir Februari atau Maret ini.


Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

5 jam lalu

Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

Wacana penghapusan jabatan gubernur dinilai bisa membuka pintu Amandemen UUD 1945.


Jokowi Sebut Ekspor Tambang Ilegal Bikin Penerimaan Negara Berkurang

5 jam lalu

Jokowi Sebut Ekspor Tambang Ilegal Bikin Penerimaan Negara Berkurang

Jika ekspor ilegal maupun tambang ilegal ini masih berjalan, kata Jokowi, maka proses hilirisasi dan industrialisasi dipastikan menjadi terganggu.


Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

6 jam lalu

Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

Empal gentong jadi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kota Udang. Inilah restoran empal yang terjamin kenikmatannya, pernah dikunjungi presiden Indonesia.