Anak yang Diduga Korban Kekerasan di Depok Tak Alami Penganiayaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Depok - Anak perempuan berusia sembilan tahun berinisial F, yang ditemukan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok ternyata tidak pernah menjadi korban kekerasan seksual.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Depok Komisaris Ade Rahmat mengatakan, berdasarkan hasil visum dari RS Polri Kramat Jati menunjukkan tidak ada indikasi pemerkosaan. Hal tersebut terbukti dari selaput dara F, yang masih utuh. "Selaput daranya utuh," ujarnya kepada wartawan di ruanga kerjanya, Jumat (19/2).

    Meski demikian, Ade mengatakan, dokter memang menemukan ada lecet di bagian depan. Tetapi, lecet tersebut diduga karena terjatuh.

    Sebelumnya, petugas Dinas Kesehatan Kota Depok yang enggan menyebutkan namanya mengatakan nanah yang keluar dari bagian intim F, diduga karena berbulan-bulan buang air kecil tetapi tidak pernah membersihkan diri. "Karena dia di luar kontrol orang tua, jadi mungkin kencing tapi nggak cebok," katanya. Akibatnya, alat kelamin F mengeluarkan bau yang tidak sedap.

    F ditemukan oleh seorang Satpam di sekitar Kepolisian Sektor Limo Depok pada Selasa sore dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia kemudian diantar ke Polsek Limo dan sempat menginap selama satu malam. Pada Rabu siang, F diantar ke kantor Disnakersos Depok dan kemudian menjalani perawatan di Puskesmas Cimanggis.

    Anak perempuan berwajah manis ini sempat diduga menjadi korban kekerasan seksual karena cenderung berteriak ketika didekati petugas kesehatan. Selain itu, ia cenderung berontak ketika celananya akan dibuka.

    F dipertemukan dengan kedua orang tuanya Suci Sariyati dan Fadilah pada Kamis sore kemarin. Dari Suci, diketahui bahwa F telah menghilang dari rumahnya di Jatinegara sejak 2 Desember 2009.

    TIA  HAPSARI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.