Foke: Mubazir Jakarta Dipadati Warga Tidak Kompeten  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fauzi Bowo. TEMPO/Subekti

    Fauzi Bowo. TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta warga ibu kota tidak membawa saudaranya dari kampung untuk menetap di Jakarta. Jakarta, kata gubernur yang akrab dipanggil Foke ini, akan mubazir jika dipadati warga pendatang yang tidak kompeten.

    “Kalau balik ke Jakarta jangan bawa saudara. Apalagi yang tidak memenuhi syarat,” kata Foke saat menyambangi pemudik di lapangan parkir Gelora Bung Karno, Sabtu, 27 Agustus 2011.

    Foke mengatakan setelah masa Lebaran nanti, pemerintah provinsi akan menggelar operasi yustisi. Operasi ini dilakukan untuk menjaring warga pendatang yang kerap datang seiring arus balik. “Yang tidak memenuhi syarat akan kami pulangkan kembali ke kampung halaman,” ujar Foke.

    Foke berharap jika pendatang hendak mengadu nasib di Jakarta, terlebih dahulu ia harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syaratnya antara lain pendatang tersebut sudah memiliki pekerjaan tetap di Jakarta, punya keahlian, juga tempat tinggal. “Agar Jakarta tidak mubazir,” katanya.

    Foke juga secara khusus menyambangi ribuan pemudik yang akan pulang kampung naik bus. Mengenakan baju safari berwarna cokelat, ia memberi wejangan-wejangan kepada pemudik, mendoakan mereka agar selamat sampai tujuan. Ada 110 bus yang akan mengantar para pemudik ke kota tujuan. Semua bus itu disediakan oleh Bank Nasional Indonesia. “Penumpangnya sekitar lima ribu,” kata Ari Djatmiko, panitia rezeki BNI Mudik 2011.

    ANANDA BADUDU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.