Jakarta Night Festival, Jalan ke Sudirman Macet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta menerbangkan layang-layang tanpa angin di Festival Layang-layang se-Jakarta Pusat di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (9/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Peserta menerbangkan layang-layang tanpa angin di Festival Layang-layang se-Jakarta Pusat di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (9/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Antusiasme warga Jakarta memeriahkan Jakarta Night Festival (JNF) memacetkan hampir semua jalan yang mengarah ke Monumen Nasional dan MH Thamrin. Dua Jalan tersebut ditutup sejak Sabtu 22 Juni 2013 pukul 18.00 hingga Minggu 23 Juni 2013 pukul 02.00 WIB.

    Menurut laporan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya hingga pukul 20.00 WIB, kemacetan murni memang karena penutupan jalan. “Beberapa ruas jalan seperti Casablanca dan Bendungan Hilir serta jalan lain yang mengarah area JNF terpantau padat,” ujar Briptu Deni Anwara saat dihubungi Tempo.

    Penutupan ini menurut Deni sudah disosialisasikan kepada para pengguna jalan melalui berbagai media seperti Twitter, Facebook, dan media masa.

    Sementara itu lewat akun Twitternya @TMCPoldaMetro, TMC melaporkan beberapa daerah yang terimbas membludaknya pengunjung JNF antara lain adalah Jalan Gondangdia menuju Jalan Merdeka Barat dan sekitar Patung Pak Tani.

    Hari ini 22 Juni 2013 merupakan malam puncak perayaan HUT DKI Jakarta ke-486. Acara puncak ini diisi berbagai hiburan. Untuk itu di lokasi acara diberlakukan car free night. Setidaknya ada sembilan panggung hiburan yang disediakan oleh panitia untuk memeriahkan acara ini.

    FAIZ NASHRILLAH

    Topik Terhangat
    HUT Jakarta
    | Ribut Kabut Asap | Koalisi dan PKS | Demo BBM

    Berita Terpopuler
    Keributan Warnai Antrean di SPBU Sentul
    BBM Naik, Empat Titik Rawan Dipantau

    Antri Panjang, SPBU Depok Batasi Isi Rp 100 Ribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.