Soal Lebak Bulus, DKI Dianggap Kurang Koordinasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) memenuhi terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, (06/01). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mulai pukul 00.00 tengah malam nanti menutup Terminal Lebak Bulus. Tempo/Dian Triyuli handoko

    Sejumlah bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) memenuhi terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, (06/01). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mulai pukul 00.00 tengah malam nanti menutup Terminal Lebak Bulus. Tempo/Dian Triyuli handoko

    TEMPO.CO , Jakarta-Anggota DPRD DKI Komisi B. Alimat Aat, mengatakan penyebab lamanya penutupan Terminal Lebak Bulus akibat kurang koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini, menurutnya dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga terkait keberadaan Stadion Lebak Bulus.

    "Kurang koordinasi antara Pemprov DKI dengan Kementerian soal pembebasan Lebak Bulus," katanya, Selasa 7 Januari 2013. Menurut dia, mestinya pemprov mensosialisasikan teknis penutupan ini secara menyeluruh ke kementerian yang bersangkutan. "Sosialisasikan secara gamblang."

    Karena itu, Aliman menolak opini yang menyebut bahwa Kemenpora terindikasi menghambat penutupan stadion untuk pembangunan mass rapid transit. "Tidak mungkin Kemenpora menghalangi seperti itu. Program MRT ini kan sampai presiden pun tahu."

    Sebelumnya, salah seorang anggota DPRD DKI menyebut Kemenpora menghambat pembangunan proyek MRT dengan tidak mengizinkan pembongkaran Stadion Lebak Bulus. Sementara, kemarin Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo menyatakan kementeriannya belum mengizinkan pembongkaran stadion karena menunggu kejelasan stadion pengganti.

    ATMI PERTIWI



    Baca juga:

    Detik-detik Penggerebekan di Ciputat Versi Warga

    Polisi Sarankan Tukang Tambal Ban Dilarang

    Setelah Dikritik, Ahok Memilih Naik Taksi

    Masjid Digusur, Warga Akan 'Ngungsi' ke Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.