Bus Pariwisata, Jokowi: Setiap 5 Tahun Diganti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Tingkat saat diturunkan dari kapal Box Voyager yang baru saja bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bus Tingkat saat diturunkan dari kapal Box Voyager yang baru saja bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memastikan bus tingkat khusus pariwisata tidak akan bernasib sama dengan Transjakarta yang bannya copot pada Desember lalu. Regenerasi bus tingkat itu akan dilakukan setiap lima tahun sekali.

    "Ini kan baru, jadi nanti sebelum rusak, sebelum lima tahun baru lagi," kata mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, itu di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 16 Januari 2014. "Harusnya seperti itu."

    Rabu, 26 Desember 2013, bus Transjakarta dengan pelat nomor B-7489-IX di koridor IV Pulogadung-Dukuh Atas mengalami copot ban di bagian kiri belakang. Saat itu, ada sekitar 45 orang yang berada di dalam bus. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut.

    Jokowi mengatakan perawatan bus tersebut akan ditangani oleh Dinas Pariwisata. Adapun terkait dengan kebersihan di dalam bus saat beroperasi, Joko memastikan ada petugas yang mengurusnya. "Tour guide juga ada, semua ada," kata Jokowi.

    Siang tadi, lima bus tingkat yang didatangkan dari Cina resmi diluncurkan di depan Hotel Kempinski Indonesia, Jakarta Pusat. Namun bus tersebut baru dapat beroperasi pada akhir bulan.

    "Nanti kan semuanya masih diurus izin perlengkapannya," ujar Jokowi.

    SINGGIH SOARES


    Berita Populer


    Otto Hasibuan Mundur Sebagai Pengacara Akil 
    Djoko Kirmanto: Jokowi Jangan Ambil Wewenang Pusat
    Kisah Cinta Ahok, Beda 9 Tahun dengan Istrinya  
     
    Jajal Bus Transjakarta Baru, Jokowi Kedinginan AC 
    Suami Khofifah Sudah Lama Menulis Hari Kematiannya  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.