Polda Belum Terima Laporan Mafia Rusun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menaiki mobil Sat Pol PP yang diperbantukan untuk mengangkut barang warga yang akan dipindahkan ke rusun Pinus Elok dikawasan pemukiman Waduk Ria Rio, Pedongkelan, Jakarta, (30/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga menaiki mobil Sat Pol PP yang diperbantukan untuk mengangkut barang warga yang akan dipindahkan ke rusun Pinus Elok dikawasan pemukiman Waduk Ria Rio, Pedongkelan, Jakarta, (30/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -- Kepala Bidang Humas Polda Metro jaya Kombes Rikwanto menyatakan Polda Metro Jaya belum menerima laporan terkait praktik mafia rumah susun sewa. "Belum ada laporan terkait hal tersebut," kata Rikwanto melalui pesan pendeknya yang diterima Tempo pada Jumat, 28 Februari 2014.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Polda Metro Jaya untuk mencegah praktik calo di rumah susun sederhana sewa. Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto menggolongkan jual beli rusun dalam tindak kriminal. "Deliknya bisa pidana umum atau malah pencucian uang," kata Heru pada Rabu, 26 Februari lalu.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui ada pegawai negeri sipil yang diduga terlibat praktik calo rusun. Ahok menyatakan akan mempidanakan PNS yang ketahuan menjadi calo rusun. "Makanya kami gandeng Polda Metro Jaya agar ada efek jera," ujarnya.

    Ahok, sapaan DKI 2 tersebut, mengaku sudah terlalu jengah dengan bau amis yang ada di lingkungan rumah susun. Dia menuding terlalu banyak oknum yang terlibat, baik penghuni maupun pegawai negeri sipil.

    ISMI DAMAYANTI

    Baca juga:
    Jokowi Ditagih Ihwal Kampung Deret Manggarai
    Bus Transjakarta Berkarat, Pemenang Tender Bungkam
    Jokowi Kecewa Kampung Deret Petogogan Molor
    Sebelum Dibunuh, Feby Lorita Dipukul Edo di Mobil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.