Ini Hasil Blusukan Bawahan Jokowi di Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelajar sekolah dasar. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi pelajar sekolah dasar. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun rupanya memiliki hobi blusukan seperti atasannya. Dia mengunjungi sekolah-sekolah dengan menumpang ojek ataupun bajaj serta menyamarkan dirinya menggunakan topi atau masker.

    Mendengar cerita blusukan ini, ratusan guru yang hadir dalam dalam public hearing soal kepala sekolah hasil seleksi terbuka di Balai Kota serentak tertawa. Namun Lasro gerah. "Bapak-ibu boleh tertawa, tapi sebelum tertawa, tertawakan dulu diri bapak-ibu sekalian," katanya, Rabu, 19 Maret 2014. Mendengar pernyataan Lasro, mereka diam seribu bahasa. Ada pula yang bertolak pinggang.

    Selama sebulan enam hari menjabat, dia mengklaim sudah mengunjungi 52 sekolah di DKI. Dari seluruh sekolah itu, dia menemukan sejumlah masalah, yang dia sebut sebagai fenomena. Fenomena pertama adalah kebersihan kamar mandi sekolah. "Dari 52 sekolah yang saya injak, hanya enam sekolah yang bersih."

    Lasro berlanjut ke ruang guru. Dia menemukan susunan arsip yang berantakan. "Arsipnya ada di bawah kaki, sudah bulukan, dengan koran dan majalah," ujarnya.

    Lalu dia mengunjungi ruang kepala sekolah. Lasro tercengang. Sebab, ruang pemimpin sekolah tersebut lebih indah daripada kantor gubernur. Juga berkali-kali lipat lebih indah ketimbang ruang kepala dinas. Padahal, di balik itu, kondisi ruang guru dan tata usaha tidak keruan.

    Lasro tak lupa mengecek kondisi kantin. Dia mendapati kantin berada di sebelah tempat pembuangan sampah dan selokan. Kemudian dia mendapati perpustakaan yang berantakan dengan buku-buku yang berserakan. Keenam, pada koridor sekolah dia mendapati barang-barang berserakan, padahal masih bagus.

    Yang memprihatinkan, kata Lasro, adalah fenomena ketujuh, yakni adanya ruangan yang dijadikan gudang. Padahal ruang belajar kurang. Di hadapan 117 kepala SMA dan 63 kepala SMK, Lasro geram ketika mengungkapkan temuannya yang kedelapan, yakni ketika murid bekerja membersihkan ruangan, guru malah tidak ada. Fenomena kesembilan, yang dia dapati hari itu juga, yakni warga sekolah merokok sambil ongkang-ongkang kaki di pintu masuk sekolah. Dia melihat asbak di dekat orang yang merokok itu. Sudah ada empat puntung rokok. (baca juga: Jokowi: Remaja Jangan Cuma Main Twitter dan Facebook)

    Dalam kesempatan itu, dia juga menyatakan tak ingin ada sebutan kepala sekolah, melainkan manajer sekolah. Terakhir, Lasro menyatakan kekecewaannya karena ada guru ataupun pegawai sekolah yang enggan memakai seragam. "Kita semua mengaku pegawai negeri, ada puluhan guru seakan malu menggunakan tanda pengenal dan pakai (seragam) Korpri," kata Lasro,

    Untuk mengatasi masalah ini, dia meminta komitmen para kepala sekolah baru yang berada di hadapannya. "Kalau cuma kata, saya bisa baca di Gunung Agung atau Gramedia. Gampang sekali. Tapi jangan ada deviasi kata dan perbuatan," ujarnya. Lasro ingin para guru berupaya keras. "Bapak-ibu bukan guru, tapi pejuang." (baca:Kali Ini, Jokowi Bilang Titip Jakarta ke Kepsek)

    ATMI PERTIWI

    Berita Lainnya:
    Ditanya Prasasti Batu Tulis,Jokowi: Ini Sudah Sore
    Bukti-bukti Brigadir Susanto Habisi AKBP Pamudji
    iPod Nurhadi Dibeli di Amerika, Singgah Singapura
    Taktik Jokowi Layani Wawancara Soal Capres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.