Pasca-Penembakan, Polisi Tangerang Tes Kejiwaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penembakan Polisi. ANTARA FOTO/Ampelsa

    Ilustrasi Penembakan Polisi. ANTARA FOTO/Ampelsa

    TEMPO.CO , Tangerang -- Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang selama tiga hari sejak Selasa, 18 Maret 2014, menggelar tes kebugaran dan kejiwaan. Sebanyak 1.480 polisi menjalani tes ini. (Baca: Bukti-bukti Brigadir Susanto Habisi AKBP Pamudji)

    Kepala Polres Metro Tangerang Komisaris Besar Riad mengatakan tes yang dilakukan seluruh aparat kepolisian di bawah kendalinya ini sudah direncanakan pada bulan lalu.

    "Namanya tes kesehatan, semuanya mencakup, dari kesehatan fisik hingga kesehatan mental," kata Riad kepada wartawan, Kamis, 20 Maret 2014.

    Riad membantah bahwa tes itu berkaitan dengan penembakan Kepala Detasemen Markas (Denma) Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Pamudji. "Tes ini dilakukan mengingat beban tugas anggota makin berat ke depan, apalagi menjelang pemilu," kata Riad. (Baca: Tewasnya AKBP Pamudji, Ditembak atau Bunuh Diri?)

    Riad mengakui tes kebugaran dan kejiwaan itu penting karena beratnya beban psikologis polisi, apalagi menjelang pemilihan umum. Tes tersebut, kata Riad, dilakukan oleh tim gabungan dokter yang berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Tangerang, dan RSU Tangerang.

    "Semuanya dites, mulai tes kesehatan, psikotes, fisik bahkan sampai air seni dan golongan darah,"ujar Riad. Jika hasil tes menunjukkan bahwa ada polisi yang kurang sehat, polisi tersebut akan menjalani pengobatan. Sedangkan polisi yang lolos tes diminta terus menjaga kondisi kesehatannya. (Baca: Cekcok Ini Diduga Jadi Pemicu Penembakan Pamudji) 

    Selasa lalu, mantan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang, AKBP Pamudji, ditembak mati oleh anak buahnya, Brigadir Susanto. Pamudji tewas dengan luka tembak di pelipis.

    Di Tangerang, komandan polisi ini dikenal ramah, baik, dan rajin beribadah serta disiplin. Almarhum juga dikenal selalu santun dalam berbicara dan mengenakan pakaian dinas lengkap. Pamudji tak jarang terlihat mengenakan peci pada jam-jam ibadah salat. Di Polres Metro Tangerang, perwira menengah ini bertugas selama dua tahun. (Baca: Penembakan Komandan Pamudji, Polisi Perlu Psikolog)

    AYU CIPTA



    Berita Lainnya:
    Ini Spesifikasi Samsung Galaxy S5 di Indonesia  
    Anggota Ombudsman Serahkan iPod Nurhadi ke KPK
    Buntut Rusuh Mimika, Pendeta Tewas Ditembak  

    Bukti-bukti Brigadir Susanto Habisi AKBP Pamudji  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.