Kasus TK JIS, Polisi Sita Flash Disk dari Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa melintasi pintu masuk di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Dua tersangka pelecehan seksual terhadap AK (6), siswa TK Jakarta International School, telah mengakui perbuatannya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Siswa melintasi pintu masuk di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Dua tersangka pelecehan seksual terhadap AK (6), siswa TK Jakarta International School, telah mengakui perbuatannya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Polisi menggeledah tempat tinggal Agun Iskandar, 25 tahun, tersangka kasus pelecehan seksual terhadap siswa Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) pada Rabu, 16 April 2014. (Baca: Hotman Paris: Pengamanan JIS Setara Istana Presiden)

    "Ada dua mobil polisi yang datang malam itu," kata Jayadi Tommy, Ketua RT di Kampung Parigi Lama, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis, 17 April 2014. Pada penggeledahan itu, menurut Jayadi, polisi tak membawa barang apa pun dari dalam rumah Agun, kecuali sebuah flash disk.

    Di rumah itu, Agun tinggal bersama dengan keluarga besarnya. Rumah bercat ungu dan tidak berpagar ini memiliki empat pintu. Menurut Jayadi, di situ Agun tinggal bersebelahan dengan saudara kandungnya. (Baca: Tersangka Pedofil TK JIS Dikenal Pendiam)

    Jayadi mengatakan mengenal Agun sebagai pendiam. Agun juga jarang berkumpul dengan warga sekitar. Tetangga Agun, Sopiana, 43 tahun, mengatakan baru mengetahui Agun terkena kasus pelecehan dari televisi. "Agun orangnya kalem, enggak banyak bertingkah," ujarnya. Selama ini, Agun juga tak pernah berinteraksi dengan anak-anak di wilayah itu.

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Topik terhangat:
    Pelecehan Siswa JIS | Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Ini Alasan Mahasiswa ITB Tolak Jokowi Masuk Kampus
    Anas Siapkan Laporan Kampanye Fiktif SBY
    Rahasia Madrid Kalahkan Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.