Pilih Wagub, Ahok-PDIP Cari Jalan Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasto Kristianto (kiri) bersama Sekjen DPP PDI Perjuangan Thahjo kumolo saat Pendaftaran partai Politik Peserta pemilu di KPU Jakarta, (14/08) TEMPO/Dasril Roszandi

    Hasto Kristianto (kiri) bersama Sekjen DPP PDI Perjuangan Thahjo kumolo saat Pendaftaran partai Politik Peserta pemilu di KPU Jakarta, (14/08) TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta -  Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristianto, mengatakan partainya tetap menyiapkan nama calon wakil gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.  “Calon yang kami siapkan ialah tokoh yang punya pengalaman di pemerintahan,” kata Hasto, Jumat, 28 November 2014.


    Menurut Hasto,  tidak tertutup kemungkinan nanti Ahok --sapaan Basuki--juga menyodorkan nama calon. Apalagi Ahok memang memiliki hak untuk itu.  “Tapi nama dari Pak Ahok harus tetap didiskusikan dan dipertimbangkan oleh kami agar ketemu jalan tengahnya,” kata Hasto (baca juga: Ahok Tolak Boy Sadikin, PDIP: Kuncinya di Presiden).


    Hasto mengatakan, langkah PDI Perjuangan  menyorongkan nama wakil gubernur memang sudah menjadi hak sebagai partai politik yang mengusung Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Selain itu,  PDI Perjuangan  berkomitmen untuk menyodorkan nama yang bisa memenuhi janji kampanye Jokowi-Ahok. “Calon dari kami ialah profesional partai yang bisa langsung bekerja merealisasikan program karena masa tugas tak lama lagi,” ujarnya.

    Kendati demikian, Hasto menolak untuk menyebut nama yang dipersiapkan PDI Perjuangan. “Kami terus kaji nama calon-calon yang muncul,” dia menjelaskan. Sebab,  nama calon masih bisa berubah sejauh belum ada surat keputusan yang ditandatangani oleh pimpinan partai.  “Tunggu saja pertengahan Desember nanti,” kata Hasto (baca juga: Ketemu Megawati, Ahok Ajukan Tiga Calon Wagub).

    RAYMUNDUS RIKANG

    Berita lain:
    Jurus Saling Kunci Jokowi dengan Koalisi Prabowo 

    Ini Isi Surat Anas dan Akil ke Kepala Rutan KPK

    Ruhut: Demokrat Tolak Dukung Hak Interpelasi  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.